BPS Nge-Spill Ekonomi RI Q4 2025 Pecah! Stimulus Jalan, Daya Beli Masyarata Tinggi

Editor: Shintya
Jumat, 6 Februari 2026 | 09:39 WIB
BPS Nge-Spill Ekonomi RI Q4 2025 Pecah! Stimulus Jalan, Daya Beli Masyarata Tinggi
BPS Nge-Spill Ekonomi RI Q4 2025 Pecah! Stimulus Jalan, Daya Beli Masyarata Tinggi (astakom/BPS)

astakom.com, Jakarta - Ekonomi Indonesia lagi mode ngegas, soalnya data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal IV 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year-on-year).

Artinya pertumbuhan konsumsi rumah tangga meningkat dibandingkan 4,98 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi sebesar 53,63 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV 2025 yang mencapai 5,39 persen secara tahunan.

Amalia Adininggar Widyasanti selaku Kepala BPS mengatakan, kuatnya pertumbuhan konsumsi pada akhir tahun didorong oleh stabilitas daya beli masyarakat yang terjaga.

Selain itu, stimulus ekonomi yang kerap diberikan pemerintah juga jadi faktor yang mendongkrak capaian tersebut.

"Kami merekam semua data, salah satunya (disebabkan) oleh daya beli masyarakat tetap terjaga dan ada insentif kebijakan stimulus ekonomi," kata Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).

Stimulus dari pemerintah, dorong daya beli masyarakat

Diketahui, pada rentang kuartal IV pemerintah menerapkan sejumlah paket stimulus ekonomi untuk mendorong daya beli masyarakat serta aktivitas ekonomi.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pemerintah mengalokasikan Rp37,4 triliun pada kuartal IV 2025 untuk tiga program utama, yakni program magang, bantuan langsung tunai sementara (BLTS), serta diskon tiket transportasi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Diskon Nataru 2025 efektif dongkrak pertumbuhan ekonomi

Amalia menyebut insentif diskon Nataru tersebut turut mendorong pertumbuhan sektor transportasi. Pada kuartal IV 2025, angkutan rel tumbuh 9,96 persen dan angkutan laut meningkat 9,8 persen secara tahunan.

"Selain itu, kami juga mencatat bahwa angkutan sungai, danau, dan penyebrangan tumbuh 3,35 persen secara tahunan," ungkap Amalia.

Ekonomi nasional YoY dongkrak PDB
Lebih lanjut, Amalia juga bilang kalau ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tembus sampai Rp23.821,1 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB). Selanjutnya, tembus sampai angka Rp13.580,5 triliun atas dasar harga konstan (ADHK) berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB).

"Secara kumulatif, perekonomian Indonesia selama tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen," kata Amalia.

Pada kuartal ke IV 2025 perekonomian Indonesia tumbuh 5,39 persen secara tahunan (yoy). Pada periode tersebut, PDB Indonesia tercatat sebesar Rp6.147,2 triliun (ADHB) dan Rp3.474,5 triliun (ADHK).

Ekonomi nasional resilien
Nilai ini menunjukkan perkembangan ekonomi Indonesia sejak kuartal I-2021 hingga kuartal IV-2025 menunjukkan tren positif, pulih, dan konsisten kuat atau resilien pasca pandemi Covid-19.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen merupakan pertumbuhan tahunan triwulan IV yang tertinggi sejak pandemi Covid-19," katanya.

Gen Z Takeaway
Konsumsi rumah tangga RI ngegas di Q4 2025 tumbuh 5,11% YoY dan jadi mesin utama ekonomi dengan kontribusi 53,63% ke pertumbuhan. Daya beli yang stabil plus stimulus pemerintah Rp37,4 T bikin transportasi dan belanja Nataru ikut kebut. Hasilnya, ekonomi 2025 tumbuh 5,11%—tertinggi pasca pandemi, solid dan resilient.

Badan Pusat Statistik (BPS) Berita ekonomi Daya beli masyarakat diskon nataru 2025-2026 ekonomi indonesia dalam yoy Produk Domestik Bruto (PDB)

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB