Seskab Teddy: Iuran ‘Board of Peace’ Belum Dibayar, Indonesia masih Pegang Kendali!
astakom.com, Jakarta — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Indonesia hingga kini belum merealisasikan pembayaran iuran kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Saat ini, Indonesia belum membayar,” ujar Seskab Teddy kepada wartawan dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Teddy menerangkan negara yang membayar iuran akan jadi anggota tetap, sementara yang tidak membayar hanya menjadi anggota selama 3 tahun.
“Para negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar maka akan menjadi anggota tetap. Namun bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama tiga tahun,” jelas Teddy.
Indonesia masih miliki kewenangan penuh
Menurut Teddy, keanggotaan dalam forum tersebut bersifat tidak tetap dan Indonesia memiliki kewenangan penuh untuk menarik diri sewaktu-waktu.
“Saat ini Indonesia resmi bergabung bersama tujuh negara besar dengan mayoritas penduduk beragama Islam lainnya, yakni Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, UAE, dan Pakistan,” katanya.
Lebih lanjut, Seskab Teddy menyampaikan, partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian merupakan langkah konkret untuk terlibat langsung dalam upaya mengurangi peperangan di Palestina.
“Bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi,” tandasnya.
Capaian kebijakan luar negeri Prabowo
Melansir astakom.com, sebelumnya Teddy menjabarkan capaian strategis lainnya, seperti keberhasilan penetapan tarif dagang nol persen di 27 negara Uni Eropa dan kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi.
Capaian konkret lainnya, kata dia, termasuk partisipasi Indonesia dalam perjanjian perdamaian Palestina yang dinisiasi oleh Amerika Serikat.
“Indonesia turut mencatat sejarah dengan ikut menandatangani perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi AS. Pascapenandatanganan perjanjian, jumlah konflik dan korban pun telah berkurang signifikan,” kata Teddy.











