Prabowo Bertemu para Mantan Menlu dan Akademisi: Tegaskan Keanggotaan Indonesia di BoP Tidak Tetap!

Editor: Alfian Tegar
Kamis, 5 Februari 2026 | 12:33 WIB
Prabowo Bertemu para Mantan Menlu dan Akademisi: Tegaskan Keanggotaan Indonesia di BoP Tidak Tetap!

astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap langkah diplomasi luar negeri Indonesia harus berorientasi pada hasil nyata bagi kepentingan nasional.

Penegasan itu disampaikan saat Presiden bertemu para mantan Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri, akademisi hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI di Istana Merdeka, Rabu (4/2/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut, prinsip tersebut tercermin dari berbagai capaian strategis Indonesia sepanjang setahun terakhir, salah satunya keikutsertaan Indonesia dalam BRICS yang beranggotakan negara-negara dengan kekuatan ekonomi global.

“Indonesia bergabung dengan BRICS, yang beranggotakan, di antaranya Brasil, Rusia, China, dan India yang merupakan kekuatan ekonomi dunia,” kata Seskab Teddy pada Kamis (5/2/2026).

Kebijakan tarif dagang nol persen

Selain itu, Teddy menjabarkan capaian strategis lainnya, seperti keberhasilan penetapan tarif dagang nol persen di 27 negara Uni Eropa dan kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi.

Capaian konkret lainnya, kata dia, termasuk partisipasi Indonesia dalam perjanjian perdamaian Palestina yang dinisiasi oleh Amerika Serikat.

“Indonesia turut mencatat sejarah dengan ikut menandatangani perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi AS. Pascapenandatanganan perjanjian, jumlah konflik dan korban pun telah berkurang signifikan,” kata Teddy.

Keikutsertaan Indonesia BoP tidak tetap

Terkait keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), Seskab Teddy menjelaskan bahwa keanggotaan dalam forum tersebut bersifat tidak tetap dan Indonesia memiliki kewenangan penuh untuk menarik diri sewaktu-waktu.

Sementara untuk dana sebesar US$1 miliar yang dikaitkan dengan keanggotaan BoP, Seskab mengatakan bahwa dana tersebut merupakan dana rekonstruksi Gaza dan tidak bersifat wajib.

Dia memerinci saat ini Indonesia resmi bergabung bersama 7 negara besar dengan mayoritas penduduk beragama Islam lainnya, yakni Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, UAE, dan Pakistan.

“Para negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar maka akan menjadi anggota tetap. Namun bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama 3 tahun. Saat ini, Indonesia belum membayar,” lanjutnya.

Komitmen Indonesia perkuat posisi global

Melalui pendekatan diplomasi yang proaktif dan berorientasi pada hasil, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat posisi global sekaligus memastikan bahwa setiap langkah kebijakan luar negeri memberikan manfaat strategis bagi rakyat Indonesia serta perdamaian dunia.

Lebih lanjut, Teddy menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam BoP merupakan langkah konkret untuk terlibat langsung dalam upaya mengurangi peperangan di Palestina.

“Bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi,” tandasnya.

Gen Z Takeaway
Prabowo menekankan diplomasi luar negeri harus “hasil-oriented”, bukan sekadar hadir di forum. Setahun terakhir, Indonesia mencatat langkah konkret seperti gabung BRICS, tarif dagang nol persen di Eropa, hingga peran aktif dalam upaya perdamaian Palestina. Intinya, diplomasi Indonesia fokus memperkuat posisi global sambil ngejar manfaat nyata bagi kepentingan nasional.

Board Of Peace Board of Peace Davos Prabowo Bertemu Mantan Menlu Prabowo Subianto Presiden Prabowo Presiden Prabowo Subianto Sekretaris Kabinet Seskab Teddy Indra Wijaya

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB