Emas Lagi Hype, tapi Banyak yang Kejebak di China: Dana Rp170 T Ambyar, Penarikan Mendadak Macet
astakom.com, Jakarta - Euforia investasi emas digital yang sempat viral kini berubah jadi drama besar buat ribuan investor di China. Platform jual beli emas digital bernama JieWoRui (JWR) dilaporkan membekukan akses penarikan dana dan emas fisik.
Dikutip dari berbagai media, pada Rabu (4/2/2026) kepanikan dan chaos soal emas di Tiongkok sudah terjadi sejak beberapa hari lalu, tepatnya akhir bulan lalu, Januari.
Kepanikan itu dipicu karena banyak orang tidak bisa tarik modal yang sudah mereka setorkan di platform jual beli emas digital. Keadaan makin parah karena jumlah dana yang tidak bisa dicairkan mencapai miliaran dolar AS.
Beberapa laporan bahkan menyebut penahanan dana mencapai 19 miliar dolar AS dan kompensasi yang ditawarkan cuma sekitar 20% dari total uang nasabah.Gelombang penarikan dana dan permintaan emas fisik
Masalahnya muncul saat gelombang penarikan dana dan permintaan emas fisik terjadi bersamaan. Sementara perusahaan tidak punya likuiditas cukup untuk memenuhi semuanya.Akibatnya, akun nasabah dibekukan dan banyak yang tidak bisa ambil uang mereka kembali. Disinyalir, kerugian investor dari kasus ini ditaksir lebih dari Rp170 triliun.
Dana nasabah ditahan
Sementara itu, laporan lain menyebut ada platform yang menahan dana nasabah hingga Rp24 triliun akibat pembatasan penarikan secara sepihak.Banyak investor ritel yang protes langsung ke kantor JWR di Shenzhen untuk minta uangnya kembali. Salah satu peserta aksi dilaporkan mengatakan bahwa mereka hanya di beri janji.
Risiko investasi emas digital
"Kami datang jauh-jauh untuk menuntut kembali uang kami, tapi yang didapat hanya janji dan kebingungan," ujar seorang investor yang ikut unjuk rasa, dikutip pada Rabu (4/2/2026).Kasus ini jadi peringatan keras bahwa investasi emas digital belum tentu aman dan bisa memiliki risiko likuiditas besar terutama kalau platformnya tidak punya cadangan emas fisik yang jelas.










