Ngeri Banget! Ribuan Bukti Scam Internet di Kompleks Kamboja Ditemukan oleh Thailand

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Selasa, 3 Februari 2026 | 15:27 WIB
Ngeri Banget! Ribuan Bukti Scam Internet di Kompleks Kamboja Ditemukan oleh Thailand
Ngeri Banget! Ribuan Bukti Scam Internet di Kompleks Kamboja Ditemukan oleh Thailand (astakom/ ilustrasi pexels)

 astakom.com, Jakarta - Militer Thailand menemukan banyak bukti penipuan daring lintas negara online scam di sebuah kompleks penipuan di Kamboja yang disita selama bentrokan tahun lalu di perbatasan sengketa antara kedua negara.

Pejabat senior militer Thailand, saat berbicara kepada wartawan dan delegasi asing di Surin, mengatakan bahwa kompleks O'Smach menampung ribuan orang.

Banyak di antara mereka adalah korban perdagangan manusia yang dipaksa melakukan penipuan online terhadap orang asing atau menghadapi hukuman.

Setelah itu, prajurit menunjukkan kepada wartawan beberapa gedung kompleks yang dibom dan diduduki militer Thailand pada akhir tahun lalu.

Penemuan Bukti Operasi Kriminal di Kompleks O’Smach

Gedung enam lantai itu dipenuhi dengan dokumen, seperti yang dilaporkan AsiaOne pada Selasa, (3/1/2026), termasuk daftar panjang calon target dengan detail kontak mereka, serta naskah dialog untuk penipuan online.

O'Smach telah disebut sebagai pusat operasi penipuan, termasuk oleh AS yang mengaitkannya dengan perdagangan manusia dan pemaksaan kejahatan.

"Alasan kami memperlihatkan tempat ini hari ini adalah karena kami ingin dunia melihat bagaimana lokasi ini digunakan sebagai basis kriminal terhadap kemanusiaan,” kata Letnan Jenderal Teeranan Nandhakwang, Direktur Jenderal Direktorat Intelijen Royal Thai Army.

Pemberantasan Penipuan

Touch Sokhak, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja, mengatakan kepada Reuters bahwa Thailand menggunakan pusat penipuan sebagai alasan untuk serangan militer.

Ia juga mengatakan bahwa Kamboja tengah melakukan penindakan terhadap penipuan dan berjanji untuk menghapus industri ilegal sebelum April.

Ketegangan Militer dan Sengketa Perbatasan Thailand-Kamboja
Pada akhir Desember, gencatan senjata yang kedua dalam beberapa bulan menghentikan pertempuran terburuk antara Thailand dan Kamboja dalam beberapa tahun terakhir, mengakhiri pekan-pekan bentrokan di perbatasan.

Militer Thailand menyerang beberapa kompleks kasino yang dianggap sebagai tempat penipuan selama bentrokan.

Mereka juga menyatakan bahwa kompleks tersebut juga digunakan untuk menyimpan senjata dan melakukan serangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah wilayah Asia Tenggara termasuk wilayah perbatasan Thailand, Myanmar, dan Kamboja telah menjadi pusat penipuan online, yang menghasilkan miliaran dolar AS setiap tahun.

Kantor Polisi Palsu yang Gak Expect
Militer Thailand menyatakan bahwa barang bukti yang disita di O'Smach termasuk 871 kartu SIM yang memungkinkan komunikasi anonim di seluruh dunia, puluhan ponsel pintar, lencana kepolisian palsu, dan seragam polisi.

Wartawan yang mengunjungi kompleks juga melihat beberapa ruangan yang terlihat seperti kantor polisi dari berbagai negara, seperti Brasil, China, dan Australia.

Gen Z Takeaway 
Gila sih, ternyata di balik sengketa perbatasan Thailand dan Kamboja ada plot twist selevel film action: ditemuin markas gede yang isinya ribuan orang korban human trafficking yang dipaksa jadi scammer. Militer Thailand ngespill bukti bukti yang bikin geleng kepala, mulai dari ribuan SIM card, script buat nipu, sampai set ruangan yang didesain mirip kantor polisi luar negeri biar korbannya makin percaya bener bener definisi effort buat hal kriminal yang nggak banget!

human trafficking Kamboja Online Scam thailand border

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB