Jeffrey Hendrik Pegang Kendali BEI Usai Iman Rachman Mundur

Editor: Shintya
Selasa, 3 Februari 2026 | 20:35 WIB
Jeffrey Hendrik Pegang Kendali BEI Usai Iman Rachman Mundur
Jeffrey Hendrik Pegang Kendali BEI Usai Iman Rachman Mundur (astakom/phintracosekuritas.com)

astakom.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menetapkan Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama, menggantikan posisi Iman Rachman yang mengundurkan diri beberapa hari lalu.

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI, Sunandar bilang kalau keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Direksi (Radir) yang dilakukan pada Jumat (30/1/2026).

"Sudah (ditetapkan), Pak Jeffrey. Jadi keputusan Radir kan," kata Sunandar di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Sunandar bilang kalau penetapan Jeffrey dilakukan secara de facto. Selanjutnya, untuk proses administrasinya akan menyusul. Jeffrey Hendrik akan memimpin BEI hingga Juni 2026.

Jeffrey Hendrik sendiri bukan orang baru di lingkungan Bursa Efek Indonesia. Ia menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022. Posisi itu menempatkannya sebagai salah satu penggerak utama pengembangan produk dan inisiatif pasar modal.

Pengunduran diri Dirut BEI secara mendadak

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatannya beberapa waktu lalu.

Pengunduran dirinya itu imbas dari gejolak Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang tak terkendali selama dua hari.

Menurutnya, keputusan penting ini diambil sebagai respons terhadap penilaian dan pengumuman MSCI yang memengaruhi sentimen dan pergerakan IHSG.

"Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” kata Iman di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

OJK dan BEI sikapi gejolak pasar

Selanjutnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menggelar pertemuan dengan perwakilan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Danantara, OJK dkk membahas soal arah perbaikan pasar modal Indonesia.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menerangkan kalau pertemuan itu membahas isu yang menjadi concern MSCI.

Membahas UBO dan free float
Dalam pertemuan itu ada dua pokok pembahasan yang dibahas, pertama transparansi identitas penerima manfaat akhir (Ultimate Beneficial Ownership/UBO) atas saham dan kedua, peningkatan porsi saham publik (free float).

“Untuk reminders (pengingat) saja, apa yang menjadi concern (perhatian) MSCI itu sangat aligned atau selaras dengan beberapa rencana aksi kami, khususnya dalam klaster transparansi yang terkait pengungkapan Ultimate Beneficial Ownership dan terkait likuiditas untuk mendorong peningkatan free float sebagai kebijakan baru,” katanya dalam jumpa pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026) sore.

Gen Z Takeaway 
BEI officially appoints Jeffrey Hendrik as Pjs Dirut sampai Juni 2026, replace Iman Rachman yang resign usai IHSG go wild dua hari. Jeffrey bukan new player—dia udah pegang posisi Direktur Pengembangan sejak 2022. Meanwhile, OJK, BEI, dan KSEI meet MSCI buat bahas transparency, UBO, dan free float biar market vibes makin stable dan investor-friendly.

Berita ekonomi Bursa Efek Indonesia Bursa Saham Iman Rachman Indeks Harga Saham Gabungan Jeffrey Hendrik

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB