Perluas Akses Layanan, RS Kardiologi Hasil Kerja Sama Emirates-Indonesia akan Terima BPJS Kesehatan
astakom.com, Jakarta — Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa RS Kardiologi Emirates–Indonesia di Surakarta, Jawa Tengah telah siap melayani pasien BPJS Kesehatan guna memperluas akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa kebijakan tersebut selaras dengan komitmen pemerintah menjadikan fasilitas kesehatan itu sebagai aset publik yang dapat dimanfaatkan secara luas.
"Jadi, rumah sakit ini harus dirawat dengan baik. Ini adalah rumah sakitnya rakyat Indonesia," ujar Menkes Budi.
Melansir astakom.com, sebelumnya Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia (RS KEI) di Surakarta, Rabu (19/11/2025), bersama dengan Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Telah melayani 582 pasien
RS Kardiologi Emirates-Indonesia yang berlokasi di Solo Technopark sejauh ini telah melayani 582 pasien sejak resmi beroperasi.
Saat ini, rumah sakit hasil hibah Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) tersebut tengah memprioritaskan integrasi layanan agar dapat segera melayani pasien BPJS Kesehatan, guna memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Wali Kota Surakarta, Respati Ahmad Ardianto menyampaikan bahwa proses administrasi agar rumah sakit ini dapat menerima pasien melalui asuransi kesehatan negara tersebut saat ini tengah dipercepat.
"Kami sedang mengupayakan proses kredensial dalam waktu enam bulan ke depan agar rumah sakit ini dapat melayani pasien BPJS Kesehatan," jelas Respati.
Keterjangkauan biaya jadi misi utama
Pihak manajemen melalui Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito selaku rumah sakit pengampu, Eniarti, menambahkan bahwa keterjangkauan biaya menjadi misi utama dalam operasional rumah sakit ini.
"Saat ini kami juga sedang berupaya agar dapat melayani pasien BPJS Kesehatan, sehingga layanan ini dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat," ujar Eniarti.
Ke depan, layanan BPJS Kesehatan akan didukung oleh teknologi medis mutakhir yang telah tersedia, seperti Hybrid Cath Lab dan MRI.
Integrasi layanan asuransi ini diharapkan mampu mempercepat penanganan kasus jantung kompleks bagi masyarakat yang sebelumnya terkendala biaya, mengingat serangan jantung membutuhkan penanganan cepat dalam periode emas (golden period).











