Harga Minyak Ngeyel, Mentan Langsung Action Turun Tangan Grebek Pasar
astakom.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman grebek pasar dan temukan pelanggaran harga minyak yang melampaui harga ecerean tertinggi (HET).
Amran bilang kalau sidak yang dilakukannya itu mendadak dan sengaja pengen lihat harga komoditas di pasar Tagog Padalarang, Jawa Barat.
Mentan menemukan harga minyak merek MinyaKita dijual lebih mahal, dibandingkan dengan harga yang sudah ditetapkan.
"Kecuali ini (MinyaKita), offside ini. Dari mana? Ini Sinarmas, offside. (Dijual) Rp18.000, harusnya (HET) Rp15.700. Itu enggak boleh. Ini kita laporkan Dirkrimsus (Direktur Reserse Kriminal Khusus). (Tolong) lacak ini, siapa produsennya, proses. Tidak boleh ada menjual di atas HET," kata Amran dikutip dalam keterangan pers Jumat (30/1/2026).Harga MinyaKita
Harga minyak merek MinyaKita diatur dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1028 Tahun 2024. Harga penjualan MinyaKita ditetapkan paling tinggi Rp13.500 per liter di tingkat D1 (distributor lini 1).Lalu Rp14.000 per liter di tingkat D2 dan Rp14.500 per liter di tingkat pengecer. Selanjutnya, HET MinyaKita di tingkat konsumen berada di angka Rp15.700 per liter.
Harga MinyaKita turun
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan bahwa sampai 26 Januari rerata harga MinyaKita secara nasional lagi turun. Meskipun turunnya nggak tajam dan masih berada di atas HET.Ini dikatakan sebagai salah satu implikasi pemberlakuan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 sejak 26 Desember 2025.
Harga pangan lain, aman
Sementara itu, untuk harga pangan lain yang ditemui Amran di pasar, masih dalam batas aman."Kami sidak, betul-betul sidak. Tidak direncanakan. Alhamdulillah rata-rata harga telur, daging, ayam itu di bawah HAP (Harga Acuan Penjualan)." tambahnya.
"Telur tadi Rp28.000, kemudian daging ayam itu Rp35.000 sampai Rp37.000 per kilo. Kemudian harga daging tadi Rp125.000. Itu dibawah HAP semua," katanya.









