Bangun Ekosistem Pangan Nasional! Kemenhaj Push Beras RI Jadi Menu Utama Jemaah Haji 2026
astakom.com, Jakarta - Indonesia berkeinginan untuk mandiri secara pangan selama pelaksanaan ibadah haji. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) saat ini sudah mulai mewujudkan langkah tersebut.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj, Jaenal Effendi menilai bahwa Indonesia perlu untuk mengurangi ketergantungan pasokan beras konsumsi jamaah haji.
Jaenal Effendi mengatakan bahwa pemanfaatkan beras lokal saat ini menjadi prioritas utama untuk mendorong ekosistem ekonomi haji nasional.
Ditjen PE2HU memperkirakan kebutuhan beras mencapai sekitar 3.913 ton untuk 205.420 jemaah dan petugas haji pada musim 1447 H/2026 M. Angka kebutuhan ini dihitung dari asumsi konsumsi rata-rata 150 gram per porsi untuk 127 kali makan selama masa operasional haji.Kolaborasi untuk memenuhi kebutuhan beras jemaah haji
Dalam rapat koordinasi bersama Perum Bulog dan Kementerian Pertanian, Jaenal menekankan bahwa pemenuhan konsumsi jamaah haji tidak bisa dilakukan secara parsial.Perlu adanya kolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait seperti Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta para pemangku kepentingan lainnya.
"Pemenuhan konsumsi jemaah haji tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta para pemangku kepentingan lainnya, agar kebijakan yang disusun selaras dan rantai pasok pangan haji dapat diperkuat," kata Jaenal Effendi di Jakarta, dikutip pada Rabu (27/1/2026).
Bersinergi pasok beras lokal
Sebagai bagian dari komitmen bersama, Perum Bulog akan menghitung total kebutuhan beras dan berusaha menyediakan pasokan beras sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan. Sementara itu, Kementerian Pertanian juga akan membantu regulasi proses ekspor beras agar dapat berjalan lancar.Dalam rapat koordinasi tersebut, dibahas pula terkait regulasi ekspor, proses perizinan, juga persaingan harga beras di Arab Saudi. Harga beras Indonesia saat ini masih diatas negara-negara pesaing lainnya. Faktor harga masih menjadi rintangan utama pemakaian beras lokal.
Upaya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi nasional
Namun, kondisi swasembada beras dan dengan penguatan ekosistem ekonomi haji, pemerintah Indonesia yakin bahwa produk lokal dapat bersaing. Hal ini dinilai Direktur Fasilitasi Kemitraan PE2HU, Tri Hidayatno sebagai langkah membangun legacy baru.Melalui langkah ini, jamaah haji tidak hanya dapat menikmati konsumsi nasi dari produksi beras nasional, tetapi langkah ini juga dinilai dapat memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi nasional secara keseluruhan.









