Plot Twist! Iran Cancel Eksekusi Mati 800 Demonstran, Karena Tekanan AS?
astakom.com, Jakarta – Sebuah kabar yang cukup mind-blowing datang dari Washington, di mana pemerintah Amerika Serikat mengklaim berhasil menekan otoritas Iran untuk membatalkan hukuman gantung terhadap ratusan massa aksi.
Berdasarkan pernyataan resmi, sebanyak 800 agenda eksekusi mati yang sedianya dieksekusi kemarin akhirnya resmi dihentikan setelah adanya intervensi dari Presiden Donald Trump.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengungkapkan pada Kamis, (15/1/2026) bahwa sang Presiden sudah mengonfirmasi penghentian jadwal eksekusi massal tersebut dilansir dari AFP pada Jumat, (16/1/2026).
“Presiden memahami hari ini bahwa 800 eksekusi mati yang dijadwalkan dan seharusnya dilakukan kemarin telah dihentikan” Ucapnya.Meski situasi terlihat mulai melunak, Leavitt menegaskan bahwa Washington tetap dalam mode high alert dan opsi pengerahan kekuatan militer tetap masuk dalam perhitungan matang Trump jika eskalasi kekerasan terhadap warga sipil di Teheran kembali memanas.
Ancaman Serius Washington ke Teheran
Trump sendiri dilaporkan sudah memberikan warning keras kepada pemerintah Iran bahwa bakal ada “konsekuensi serius” jika nyawa para pengunjuk rasa tetap terancam.“Semua opsi tetap terbuka bagi presiden,” kata pejabat Gedung Putih.
Pihak Gedung Putih menyatakan tidak akan tinggal diam dan memastikan semua langkah diplomasi hingga aksi nyata tetap tersedia di meja kerja presiden demi merespons tindakan keras pemerintah setempat.
Klarifikasi Menlu Iran via Media AS
Di sisi lain, pihak Iran justru memberikan narasi yang berbeda dan terkesan melakukan denial terhadap isu eksekusi tersebut.Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sempat melakukan sesi wawancara dengan Fox News pada Rabu (14/1/2026) dan menyatakan bahwa kabar mengenai rencana hukuman gantung massal itu hanyalah rumor belaka.
“Tidak ada hukuman gantung, hari ini atau besok. Saya bisa katakan dengan yakin, tidak ada rencana untuk melakukan hukuman gantung sama sekali,” Ucap Menlu Iran.
Klaim Nihilnya Rencana Hukuman Gantung
Araghchi menjamin secara blak-blakan bahwa tidak ada agenda untuk mencabut nyawa para demonstran, baik untuk saat ini maupun di masa depan.Ia menegaskan dengan penuh keyakinan bahwa otoritas Iran sama sekali tidak memiliki draf atau rencana operasional untuk melakukan eksekusi mati terhadap mereka yang terlibat dalam gelombang protes tersebut.












