Plot Twist! Iran Cancel Eksekusi Mati 800 Demonstran, Karena Tekanan AS?

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Minggu, 25 Januari 2026 | 10:55 WIB
Plot Twist! Iran Cancel Eksekusi Mati 800 Demonstran, Karena Tekanan AS?
Ekonomi Iran Lagi Gak Baik Baik Aja... Masoud Pezeshkian Warning Keras Perusuh Bakal Kena Hukuman Mati! [Kolase foto Internet/astakom]

 astakom.com, Jakarta – Sebuah kabar yang cukup mind-blowing datang dari Washington, di mana pemerintah Amerika Serikat mengklaim berhasil menekan otoritas Iran untuk membatalkan hukuman gantung terhadap ratusan massa aksi.

Berdasarkan pernyataan resmi, sebanyak 800 agenda eksekusi mati yang sedianya dieksekusi kemarin akhirnya resmi dihentikan setelah adanya intervensi dari Presiden Donald Trump.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengungkapkan pada Kamis, (15/1/2026) bahwa sang Presiden sudah mengonfirmasi penghentian jadwal eksekusi massal tersebut dilansir dari AFP pada Jumat, (16/1/2026).

“Presiden memahami hari ini bahwa 800 eksekusi mati yang dijadwalkan dan seharusnya dilakukan kemarin telah dihentikan” Ucapnya.

Meski situasi terlihat mulai melunak, Leavitt menegaskan bahwa Washington tetap dalam mode high alert dan opsi pengerahan kekuatan militer tetap masuk dalam perhitungan matang Trump jika eskalasi kekerasan terhadap warga sipil di Teheran kembali memanas.

Ancaman Serius Washington ke Teheran

Trump sendiri dilaporkan sudah memberikan warning keras kepada pemerintah Iran bahwa bakal ada “konsekuensi serius” jika nyawa para pengunjuk rasa tetap terancam.

“Semua opsi tetap terbuka bagi presiden,” kata pejabat Gedung Putih.

Pihak Gedung Putih menyatakan tidak akan tinggal diam dan memastikan semua langkah diplomasi hingga aksi nyata tetap tersedia di meja kerja presiden demi merespons tindakan keras pemerintah setempat.

Klarifikasi Menlu Iran via Media AS

Di sisi lain, pihak Iran justru memberikan narasi yang berbeda dan terkesan melakukan denial terhadap isu eksekusi tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sempat melakukan sesi wawancara dengan Fox News pada Rabu (14/1/2026) dan menyatakan bahwa kabar mengenai rencana hukuman gantung massal itu hanyalah rumor belaka.

“Tidak ada hukuman gantung, hari ini atau besok. Saya bisa katakan dengan yakin, tidak ada rencana untuk melakukan hukuman gantung sama sekali,” Ucap Menlu Iran.

Klaim Nihilnya Rencana Hukuman Gantung
Araghchi menjamin secara blak-blakan bahwa tidak ada agenda untuk mencabut nyawa para demonstran, baik untuk saat ini maupun di masa depan.

Ia menegaskan dengan penuh keyakinan bahwa otoritas Iran sama sekali tidak memiliki draf atau rencana operasional untuk melakukan eksekusi mati terhadap mereka yang terlibat dalam gelombang protes tersebut.

Background: Jejak Konflik Demonstran vs Pemerintah
Ketegangan ini bermula dari gelombang protes besar-besaran yang melanda berbagai kota di Iran selama beberapa bulan terakhir. Massa menuntut reformasi kebijakan dan kebebasan sipil, namun respons aparat keamanan di lapangan dinilai sangat keras hingga memicu kecaman internasional. Sebelum klaim pembatalan 800 eksekusi ini mencuat, beberapa aktivis dilaporkan telah dijatuhi vonis berat dalam proses peradilan yang dianggap kilat oleh para pengamat HAM.
Gen Z Takeaway 
Gedung Putih baru aja klaim kalau tekanan dari Trump sukses bikin Iran cancel rencana eksekusi mati 800 demonstran yang harusnya kejadian kemarin, meskipun pihak Iran sendiri sempat denial dan bilang kalau rencana itu nggak pernah ada. Walaupun sekarang tensinya lagi agak turun, AS tetap kasih warning keras kalau mereka siap ambil tindakan militer kalau Teheran masih main kasar sama pengunjuk rasa.tr

Ali Khamenei Berita Internasional Demonstran Donald Trump Eksekusi Mati Gedung Putih iran Iran AS

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB