Jerman dan Italia Tertarik Join Board of Peace Gaza, Tapi Terhalang Aturan Konstitusi
astakom.com, Jakarta - Ambisi Amerika Serikat buat narik Jerman dan Italia masuk ke dalam Dewan Perdamaian Gaza ternyata nggak berjalan mulus-mulus banget. Meskipun kedua negara Eropa ini sudah kasih sinyal kalau mereka sangat berminat buat ikutan, ada tembok besar berupa aturan hukum dasar negara masing-masing yang bikin mereka belum bisa langsung gaspol masuk ke struktur organisasi tersebut; sebuah kabar yang cukup mengejutkan di tengah upaya stabilisasi kawasan Timur Tengah.
Kanselir Jerman Friedrich Merz bersama Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyampaikan langsung hambatan ini saat mereka bertemu di Roma pada Jumat kemarin.
“Posisi Italia adalah sebagai berikut. Kami terbuka. Kami tertarik pada inisiatif ini. Saya juga berpikir Jerman dapat memainkan peran penting, karena ini menyangkut stabilisasi Timur Tengah,” kata Meloni, dikutip oleh astakom pada Minggu, (2/12026).
Meloni secara blak-blakan spill kalau meskipun Italia butuh keterlibatan aktif buat dukung solusi dua negara, format dewan yang ada sekarang justru bertabrakan sama konstitusi mereka.Friedrich Merz pun mengiyakan dengan menyebut kalau Berlin sebenarnya sudah ready buat kolaborasi bareng Donald Trump, asalkan tata kelolanya nggak melanggar hukum internal Jerman.
Jerman & Italia Anggap Peran Eropa Super Krusial
Meloni beranggapan kalau peran Jerman dan Italia itu sangat penting buat jagain gencatan senjata biar makin awet. Tanpa tangan dingin dari negara-negara besar di Eropa, usaha buat bikin kawasan tersebut makin adem dirasa bakal lebih berat.Makanya, meskipun sekarang lagi terbentur aturan, mereka tetap berusaha cari jalan tengah biar tetap bisa berkontribusi tanpa harus melanggar hukum negara sendiri.
Syarat Friedrich Merz Biar Jerman Bisa Kolaborasi
Kanselir Jerman, Friedrich Merz, mengaku kalau dirinya sudah sempat curhat ke Presiden AS Donald Trump soal kesiapan Berlin buat dampingi proses perdamaian di Gaza. Namun, Merz ngasih catatan penting kalau dengan struktur manajemen dewan yang sekarang.Jerman terpaksa nggak bisa ikut gabung dulu. Meski begitu, Berlin tetap terbuka buat cari cara lain biar bisa tetap bantu AS dalam misi perdamaian dunia ini.
Misi Board of Peace yang Makin Meluas
Dewan yang baru saja resmi diluncurkan di Davos pada Kamis lalu ini ternyata punya target yang lebih ambisius dari perkiraan awal. Awalnya cuma fokus buat ngawasi pemulihan dan rekonstruksi pasca-perang di Gaza.Tapi piagam terbarunya justru memperluas jangkauan kerja mereka ke semua wilayah yang berisiko konflik. Perubahan mandat inilah yang disinyalir bikin beberapa aturan hukum di negara anggota jadi bentrok.
Tantangan Diplomasi di Tengah Rencana 20 Poin
Dewan Perdamaian ini memang jadi bagian dari megaproyek 20 poin milik Donald Trump buat nyetop perang secara permanen. Tapi karena wewenangnya yang jadi sangat luas, proses integrasi negara mitra seperti Jerman dan Italia jadi makin tricky.Fokus utamanya tetap buat jagain gencatan senjata yang sudah dimulai sejak Oktober lalu, meski teknis administrasinya masih bikin pusing para ahli hukum di Eropa.












