Prabowo Spil Strategi Anti Chaos di WEF Davos 2026, Pilih Jalur Peace Daripada Ribut

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Jumat, 23 Januari 2026 | 18:52 WIB
Prabowo Spil Strategi Anti Chaos di WEF Davos 2026, Pilih Jalur Peace Daripada Ribut
Prabowo Spil Strategi Anti Chaos di WEF Davos 2026, Pilih Jalur Peace Daripada Ribut (Tim Media Presiden)

astakom.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto baru saja bikin pernyataan yang deep banget soal posisi Indonesia di kancah internasional saat tampil di panggung World Economic Forum (WEF) 2026.

Di depan para pemimpin dunia pada Kamis kemarin, beliau menegaskan kalau negara kita fix memilih jalur harmoni dan ogah banget terjebak dalam situasi yang berantakan atau chaos.

“Jika Anda ingin mengambil satu hal dari pidato saya hari ini, inilah pesannya: Indonesia memilih perdamaian daripada kekacauan," ujar Prabowo.

Indonesia Open Relation

​Beliau menggarisbawahi kalau memiliki banyak relasi jauh lebih berharga daripada memelihara konflik, sebuah prinsip yang kini jadi fondasi utama kebijakan luar negeri Indonesia.

“Kami ingin menjadi sahabat bagi semua, tidak menjadi musuh bagi siapa pun. Seribu sahabat terlalu sedikit bagi kami, satu musuh terlalu banyak," ujar Prabowo.

Intinya, pemerintah pengen Indonesia dilihat sebagai negara yang punya kredibilitas tinggi, tanggung jawab sosial yang oke, dan selalu siap buat kolaborasi bareng negara mana pun tanpa terkecuali.

​Vibes Positif, Cari Seribu Bestie Ketimbang Satu Lawan

​Dalam pidatonya, Prabowo kembali mempopulerkan kutipan ikonik yang jadi signature diplomatiknya, yaitu mengumpulkan seribu sahabat itu masih terasa kurang, tapi punya satu musuh saja sudah kebanyakan.

“Seribu sahabat terlalu sedikit bagi kami, satu musuh terlalu banyak" Ucapnya.

Beliau menekankan kalau Indonesia pengen banget jadi bestie buat semua negara di dunia dan sama sekali nggak punya rencana buat cari musuh. Prinsip ini bukan cuma sekadar kata-kata manis, tapi jadi arah kebijakan publik yang sehat supaya Indonesia tetap punya reputasi yang solid di mata internasional.

Jaga Alam, Jadi Warga Dunia yang Green dan Bertanggung Jawab
​Nggak cuma soal politik, Prabowo juga menyinggung soal tanggung jawab kita terhadap lingkungan hidup. Beliau mengajak semua orang untuk jadi tetangga yang baik buat alam dan nggak merusak ekosistem demi masa depan yang lebih cerah.

“Kami ingin menjadi tetangga yang baik, warga dunia yang baik dan bertanggung jawab, melindungi lingkungan, serta menjaga alam. Kita tidak boleh menghancurkan alam. Kita harus hidup berdampingan dengan alam dan menjadi bagian dari masa depan yang penuh harapan," ujar Prabowo.

Ajak Pemimpin Global Bangun Masa Depan Inklusif
​Di akhir sesi, sang Presiden melemparkan tantangan sekaligus ajakan buat para pemangku kepentingan global untuk bersama-sama mendesain dunia yang layak ditinggali. Beliau memimpikan sebuah tatanan di mana semua orang bisa hidup dalam kebebasan, toleransi yang tinggi, serta kerja sama antar ras dan agama yang tanpa batas.

“Mari kita membangun dunia yang ingin kita tinggali bersama. Mari kita melanjutkan perjalanan untuk meningkatkan kualitas hidup bagi semua, hidup dalam damai, kebebasan, persahabatan, toleransi, hidup berdampingan, dan kerja sama bagi semua ras, semua etnis, dan semua agama," ujar Prabowo.

Ajakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup semua manusia lewat kolaborasi nyata, bukan lewat persaingan yang saling menjatuhkan.

Gen Z Takeaway
Pak Prabowo baru aja slay di Davos dengan ngasih tahu dunia kalau Indonesia itu tim perdamaian dan ogah banget ikut-ikutan tren konflik yang bikin chaos. Beliau nge-spill kalau visi kita adalah cari banyak bestie internasional dan fokus jaga alam, supaya masa depan kita semua makin inklusif, toleran, dan jauh dari kata suram.

indonesia pilih damai pidato davos swiss politik luar negeri ri prabowo subianto wef 2026 world economic forum news

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB