Prabowo di World Economic Forum: Ekonomi RI Tangguh, Danantara Jadi Equal Partner Global

Editor: Shintya
Jumat, 23 Januari 2026 | 19:10 WIB
Prabowo di World Economic Forum: Ekonomi RI Tangguh, Danantara Jadi Equal Partner Global
Prabowo di World Economic Forum: Ekonomi RI 'Resilient', Danantara Jadi Equal Partner Global (Tim Media Presiden)

astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam World Economic Forum pada Kamis (22/1/2026). Dalam isi pidatonya dihadapan elit global, Prabowo optimis kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tetap tangguh di tengah ketidakpastian global.

"Saya yakin pertumbuhan kami, pertumbuhan ekonomi kami, akan secara signifikan mengejutkan banyak pihak di dunia," kata Prabowo.

Ekonomi Indonesia yang cukup resilient di tengah tekanan global ini menunjukkan bahwa possibility ketahanan ekonomi Indonesia di masa depan bisa lebih baik.

Data dari pertumbuhan ekonomi kita dalam satu decade terakhir menunjukkan tumbuh di kisaran 5 persen.

"Dan saya yakin bahwa tahun ini, pertumbuhan (ekonomi) kami akan lebih tinggi," tuturnya.

Hal ini dibuktikan langsung oleh keterangan dari International Monetary Fund (IMF) pada November lalu yang membeberkan bahwa Indonesia merupakan "titik terang" atau bright spot di situasi yang serba tidak pasti ini.

Ekonomi Indonesia tangguh

"Lembaga-lembaga internasional tidak memuji kami karena optimisme yang tidak berdasar. Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh," tambah Prabowo.

Prabowo menyebutkan capaian itu didapatkan karena komitmen Indonesia dalam membangun ekonomi yang bersinergi.

"Kami, Indonesia, telah dan akan selalu memilih persatuan daripada perpecahan, memilih persahabatan dan kolaborasi daripada konfrontasi, dan selalu memilih persahabatan daripada permusuhan. Kredibilitas kami, yang diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun, telah dijaga," tegas Prabowo.

Peran Danantara

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan kalau dalam pemerintahan Indonesia ada Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia. Badan ini adalah mitra yang setara dengan investor global.

Prabowo mengatakan, posisi tersebut didukung kapasitas Danantara yang kini mengelola aset (asset under management/AUM) sebesar 1 triliun dolar AS, sejajar dengan lembaga pengelola dana global lainnya.

"Dengan Danantara, saya dapat berdiri di sini, di hadapan Anda sebagai mitra yang setara," kata Prabowo.

Lewat BPI Danantara, pemerintah berkomitmen untuk berinvestasi dan tumbuh bersama, mempercepat industrialisasi demi pertumbuhan ekonomi.

"Kami akan berinvestasi bersama dan tumbuh bersama Anda. Danantara didirikan untuk membiayai dan membiayai bersama industri-industri masa depan. Kami bertekad untuk melakukan industrialisasi negara kami secara signifikan,” tambahnya.

Pengawasan Danantara
Selanjutnya, Danantara dikelola secara profesional sesuai standar internasional. Ia juga bilang kalau lembaga tersebut memang harus dijalankan dengan pengawasan serta tanggung jawab yang kuat karena bertujuan untuk mengalokasikan modal secara efisien.

Untuk mendukung upaya itu pemerintah akan merasionalisasi jumlah badan usaha milik negara (BUMN) untuk meningkatkan efisiensi dan standar manajemen. Saat ini, Indonesia memiliki 1.044 BUMN yang akan dipangkas menjadi sekitar 300 perusahaan.

Selain itu, ia juga menginginkan kursi petinggi Danantara diduduki oleh eksekutif terbaik. Bahkan, Prabowo juga mengizinkan Danantara untuk merekrut talenta terbaik dunia.

Pengelolaan Danantara oleh profesional
Jadi Danantara terbuka untuk memperkerjakan profesional dari dunia, termasuk warga negara asing, guna menduduki posisi strategis dalam kepemimpinan perusahaan.

"Kami menginginkan otak dan pikiran terbaik di dunia," katanya.

Pengelolaan Danantara mencerminkan cara Indonesia menjalankan pembangunan saat ini, yakni fokus pada tata kelola yang kredibel dan kepemimpinan yang kompeten.

"Ini, pada kenyataannya, adalah cara kami menjalankan Indonesia saat ini. Dari program sosial kami hingga upaya kami melakukan hilirisasi sumber daya alam, hingga upaya kami mencapai swasembada pangan dan energi," jelasnya.

Gen Z Takeaway
Prabowo pede di World Economic Forum bilang ekonomi Indonesia resilient dan siap nge-surprise dunia, ditopang growth konsisten ~5% per tahun dan cap “bright spot” dari IMF. Lewat BPI Danantara dengan AUM US$1 triliun, Indonesia positioning diri sebagai equal partner buat investor global sambil ngebut industrialisasi, hilirisasi, dan swasembada pangan-energi. Intinya: game plan-nya kolaborasi, governance kuat, dan talenta top biar growth tetap future-proof di tengah global uncertainty.

Berita ekonomi BPI Danantara Danantara Presiden Prabowo Subianto WEF World Economic Forum

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB