Gaspol Hilirisasi! 6 Proyek Strategis Nasional Masuk Tahap GroundBreaking Akhir Januari Ini
astakom.com, Jakarta – Pemerintah lagi gaspol hilirisasi nih, akhir bulan ini, Januari diproyeksikan ada enam proyek hilirisasi strategis yang akan masuk tahap groundbreaking atau peletakan batu pertama.
Hal ini dikatakan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, pada Kamis (22/1/2026).
"Untuk menggerakkan sektor riil dan fundamental ekonomi kita salah satunya (melalui) hilirisasi. Dan memang di akhir bulan ini rencananya akan ada kurang lebih enam proyek hilirisasi yang akan dilakukan groundbreaking," kata Prasetyo Hadi.
Dari enam proyek hilirisasi dengan nilai investasi sekitar 6 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp100,8 triliun itu akan disusul oleh 12 proyek hilirisasi lainnya.
Pemerintah menargetkan 18 proyek hilirisasi utama bakal dimulai secara bertahap hingga Maret 2026.
"Untuk selebihnya, masih ada kurang lebih 12 lagi bisa (groundbreaking) di bulan Februari, paling lambat di bulan Maret. Semua sudah bisa kita mulai," tambah Prasetyo.Sasaran proyek hilirisasi
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi RI sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan bahwa proyek-proyek hilirisasi ini mencakup sektor mineral, energi, pangan, serta pengembangan industri unggas terintegrasi.Proyek-proyek hilirisasi ini tersebar di berbagai lokasi. Rosan menyebutkan antara lain proyek smelter grade alumina di Mempawah, Kalimantan Barat.
Sektor energi
Selanjutnya, ada proyek pengembangan bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah. Pengolahan kelapa terintegrasi di Morowali, Sulawesi Tengah dan pengembangan fasilitas bioetanol di Banyuwangi, Jawa Timur.Selain itu, juga akan dilaksanakan program pengelolaan sampah menjadi energi (waste to energy), proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), smelter bauksit, hingga proyek budidaya unggas.
Realisasi proyek dipimpin oleh Danantara
Realisasi investasi proyek-proyek tersebut akan dipimpin langsung oleh Danantara Indonesia sebagai bagian dari upaya percepatan agenda hilirisasi nasional.Proyek strategis nasional ini terus digenjot pemerintah sebagai salah satu upaya agar Indonesia bisa mewujudkan kemadirian ekonomi juga menggerakan sektor rill dan fundamental bagi perekonomian kita.









