Depot Minyak Rusia Kebakaran Nihh! Serangan Drone Bikin Penza Membara, Ekonomi Perang Terancam Ambyar

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Jumat, 23 Januari 2026 | 21:32 WIB
Depot Minyak Rusia Kebakaran Nihh! Serangan Drone Bikin Penza Membara, Ekonomi Perang Terancam Ambyar
Depot Minyak Rusia Kebakaran Nihh! Serangan Drone Bikin Penza Membara, Ekonomi Perang Terancam Ambyarr (astakom/ kolase joeyhan)

astakom.com, Jakarta – Sebuah insiden ledakan besar baru saja terjadi di wilayah barat Rusia, tepatnya di Penza, setelah kawanan drone tempur menghantam fasilitas penyimpanan bahan bakar pada Jumat, (23/1/2026) waktu pagi setempat.

Di tengah upaya militer Kremlin menghalau belasan pesawat tanpa awak, kobaran api justru melahap depot minyak tersebut, menciptakan pemandangan yang cukup chaos di area pinggiran kota.

​Melansir AFP Oleg Melnichenko selaku Gubernur Penza mengonfirmasi bahwa peristiwa yang pecah sekitar jam 4 subuh waktu setempat itu tidak memakan korban jiwa.

Meskipun video api yang membumbung tinggi sudah viral di media sosial, otoritas setempat memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai warga yang terluka akibat serangan mendadak di lokasi yang terpaut 600-an kilometer dari zona perang tersebut.

“Sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat, serangan drone menyebabkan kebakaran di sebuah depot minyak di Penza. Menurut data awal, tidak ada korban jiwa atau korban luka," tutur Melnichenko dalam pernyataan via Telegram.

​Strategi Murah Ukraina yang Bikin Kantong Moskow Kering

​Kyiv tampaknya makin gencar menggunakan drone dengan budget rendah namun memiliki dampak yang sangat merugikan bagi infrastruktur energi lawan. Operasi semacam ini dianggap sebagai cara paling efisien untuk melumpuhkan sumber cuan Rusia, mengingat kerusakan fasilitas migas yang ditimbulkan kabarnya sudah mencapai angka miliaran dolar Amerika.

​Pihak Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa unit pertahanan udara mereka sebenarnya sudah bekerja keras semalam suntuk untuk menjatuhkan sekitar 12 unit drone milik Ukraina.

​Ajang Balas Dendam Akibat Krisis Listrik

​Aksi penyerangan ini disebut-sebut sebagai feedback atas tindakan Moskow yang sebelumnya menggempur jaringan energi di wilayah Ukraina secara masif. Akibat serangan Rusia tersebut, ribuan warga sipil di Ukraina harus bertahan hidup tanpa aliran listrik dan pemanas ruangan di tengah cuaca ekstrem yang suhunya berada di bawah titik beku.
Solidaritas Tanpa Batas di Tengah Gempuran
​Sejauh ini, pihak Ukraina sendiri belum memberikan pernyataan resmi atau "klaim" secara terbuka atas insiden yang terjadi di Penza tersebut. Namun, pola serangan ini sangat identik dengan misi-misi sebelumnya yang bertujuan untuk memutus rantai pasokan energi Rusia sebagai bentuk pertahanan diri yang adil bagi rakyat Ukraina.
​Rekam Jejak Konflik Energi
Secara historis, sabotase terhadap fasilitas minyak dan gas telah menjadi instrumen utama dalam perang yang sudah berlangsung selama hampir empat tahun ini. Rusia berulang kali menargetkan infrastruktur sipil Ukraina untuk melemahkan moral penduduk, sementara Ukraina merespons dengan menargetkan "dompet" Rusia lewat penghancuran depot-depot minyak strategis.

​Konflik ini terus memanas seiring dengan kemajuan teknologi drone yang semakin sulit dideteksi secara sempurna. Penza kini menambah daftar panjang lokasi di dalam wilayah kedaulatan Rusia yang berhasil ditembus oleh serangan jarak jauh, membuktikan bahwa garis belakang pun kini sudah tidak lagi sepenuhnya aman dari jangkauan lawan.

Gen Z Takeaway
War zaman now emang lebih banyak main di teknologi drone yang murah tapi dampaknya bisa bikin ekonomi negara lawan langsung down. Aksi saling balas gempur fasilitas energi ini bikin krisis makin pelik, apalagi banyak warga sipil yang harus ngerasain dinginnya musim salju tanpa listrik cuma gara-gara ego politik.

Info Global Penza Membara Perang Drone Rusia Ukraina 2026 Update Konflik

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB