Trump Bakal Resmikan Dewan Perdamaian Gaza di Davos, Fix Join Bareng 25 Negara Lain !!
astakom.com, Jakarta – Gebrakan besar baru saja pecah di tengah dinginnya suhu Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos saat Donald Trump, sang Presiden Amerika Serikat, memantapkan rencana buat meresmikan Dewan Perdamaian pada Kamis (22/01/2026).
Meskipun sempat ada vibes ragu-ragu dari beberapa negara di Benua Biru, nyatanya agenda penandatanganan organisasi internasional buat nanganin konflik Gaza ini tetap tancap gas sesuai jadwal.
Indonesia sendiri dipastikan masuk dalam daftar negara yang ikut ambil bagian dalam gerakan yang diklaim bakal jadi lembaga paling prestisius di kancah global ini.Negara yang optimis join
Steve Witkoff selaku utusan khusus AS nge-spill kalau undangan sudah disebar ke lebih dari 50 pemimpin dunia, di mana sekitar 30 negara diperkirakan bakal masuk barisan pada Kamis, (22/1/2026).Meskipun Prancis dan beberapa negara Skandinavia milih buat pass alias menolak join, Gedung Putih tetep optimis karena sudah ada sekitar 20 hingga 25 negara yang memberikan lampu hijau untuk berkolaborasi.
Trump percaya banget kalau dewan ini punya power lebih buat nyelesein masalah dunia dibandingkan lembaga yang sudah ada, karena diisi sama deretan tokoh yang dianggap punya kemampuan eksekusi tingkat tinggi.
“Saya pikir Dewan Perdamaian akan menjadi dewan paling bergengsi yang pernah ada, dan kita akan mendapatkan perdamaian,” ucap Trump.
Eropa Masih Galau, Tapi Barisan Negara Muslim Tetap Solid
Situasi di Davos sempat diwarnai drama saat beberapa negara seperti Jerman dan Inggris belum berani ambil sikap alias masih ghosting terkait komitmen mereka.Muncul kekhawatiran kalau badan bentukan Trump ini bakal jadi alternatif buat menyaingi PBB, sehingga negara kayak Norwegia dan Swedia memilih buat menjaga jarak dulu.
Meski begitu, Trump tetap confident dan menyebut kalau Dewan Perdamaian ini bakal dapet prestige yang belum pernah ada sebelumnya demi mewujudkan perdamaian dunia yang nyata.
Vladimir Putin Ikut Masuk List Undangan Meski Lagi Konflik
Hal yang paling bikin shock adalah masuknya Rusia dalam daftar negara yang diundang, padahal mereka sendiri masih terlibat tensi tinggi di Ukraina.Vladimir Putin secara terang-terangan bilang kalau undangan dari Trump itu fokusnya lebih ke arah penyelesaian krisis kemanusiaan di Gaza dan stabilitas Timur Tengah. Selain Rusia, negara-negara powerhouse kayak Turki, Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, sampai Pakistan sudah siap pasang badan buat join dalam skema perdamaian yang dipimpin langsung oleh Washington ini.
Struktur Dewan yang Fancy, Ada Tony Blair dan Marco Rubio
Kalau kita intip draf piagamnya, Dewan Perdamaian ini punya mandat yang bener-bener broad alias luas banget sebagai organisasi internasional pembangunan perdamaian.Keanggotaannya bakal berlaku selama tiga tahun, tapi buat negara yang berani kasih kontribusi dana gede, ada peluang buat dapet kursi permanen yang pastinya high profile banget.
Trump diprediksi bakal langsung megang kendali sebagai ketua, dibantu sama tokoh-tokoh elite kayak eks PM Inggris Tony Blair dan Menlu AS Marco Rubio di komite eksekutifnya.












