Profil 3 Kandidat Deputi BI: 2 dari Internal dan 1 Eksternal Lengkap dengan Latar Prestasi yang Mentereng!
astakom.com, ekbis- Rencananya dalam waktu dekat akan ada restrukturisasi pada kepengurusan inti (Deputi) sebagai salah satu pucuk pimpinan di Bank Sentral Indonesia (BI).
Dari kabar yang beredar hingga hari ini Kamis 22/01/2026 terdapat 3 kandidat Deputi Gubernur BI yang diajukan dan rencananya akan dilakukan fit and Proper test DPR besok Jumat 23/01/2026 hingga Senin pekan depan.
Redaksi astakom.com mencoba mengulik 3 profil kandidat Deputi Gubedrnur BI tadi lengkap dengan latar belakang dan rekam jejak capaian prestasinya masing-masing, sebagai berikut;
Dicky Kartikoyono
Dicky Kartikoyono dikenal sebagai salah satu pejabat karier senior di Bank Indonesia yang memiliki rekam jejak panjang dalam memperkuat sistem pembayaran dan komunikasi kebijakan moneter. Di era strutural BI beberapa Tahun terakhir, bagi kalangan perbankan sosoknya dikenal sebagai wajah eksternal Bank Sentral Indonesia karena ia sering tampil menjelaskan dinamika ekonomi kepada publik, terutama dalam perannya sebagai Kepala Departemen Komunikasi BI.Selama perjalanan kariernya, Dicky telah menduduki berbagai posisi strategis, termasuk memimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia di luar negeri. Pengalaman internasional ini memberinya perspektif luas mengenai bagaimana menjaga stabilitas rupiah di tengah guncangan ekonomi global. Ia dikenal sebagai sosok yang mampu menerjemahkan bahasa teknis ekonomi menjadi informasi yang lebih mudah dicerna oleh masyarakat awam.
Selain fokus pada komunikasi, ia juga terlibat aktif dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia. Kehadirannya di jajaran pimpinan BI memberikan kestabilan dalam penyampaian narasi kebijakan yang krusial bagi kepercayaan pasar.
Capaian prestasi
Dalam kapasitasnya sebagai pimpinan di Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Dicky berhasil membawa unitnya meraih pengakuan dunia melalui ajang Global Top Ranking Performers Awards dari Contact Center World (CCW) pada tahun 2023.Masih dibidang Komunikasi Publik, bersamanya BI meraih 7 medali emas untuk kategori Best in Customer Service dan Best Public Service Center. Prestasi ini mengukuhkan standar pelayanan publik Bank Indonesia di level dunia.
Selain penghargaan formal, capaian mencolok Dicky terletak pada perannya dalam digitalisasi sistem pembayaran. Ia menjadi sosok kunci dalam implementasi kebijakan strategis seperti perluasan QRIS dan pengembangan infrastruktur digital keuangan nasional. Pengalamannya memimpin Kantor Perwakilan BI di London juga menjadi capaian prestasi tersendiri, di mana ia berhasil memperkuat jejaring ekonomi internasional Indonesia di pasar keuangan global yang kompetitif.
Dicky Kartikoyono, saat ini berusia 58 Tahun. lahir di Jakarta pada 19 Desember 1967
Thomas "Tommy" Djiwandono
Thomas Djiwandono, yang akrab disapa Tommy. Dikalangan Kementerian Keuangan dan praktisi administrasi keuangan publik ia dikenal sebagai sosok kunci di balik kebijakan fiskal dan ekonomi dalam lingkaran pemerintahan saat ini.Thomas Djiwandono Memiliki latar belakang pendidikan internasional dan dan dikenal matang pengalaman pengalaman di financial private sector. Dari pengalaman diberbagai corporasi itu, Thomas atau 'Tommy' dianggap punya banyak cara keahlian dalam analisis fiskal yang tajam dalam mengelola anggaran atau neraca keuangan negara. Perannya pada keahlian tersebut semakin menonjol ketika ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan 2024- sekarang.
Dari sisi profil kultural Thomas memang dikenal tumbuh dari kalangan keluarga praktisi ekonomi dan keuangan. Thomas Djiwandono merupakan cucu Soemitro Djojohadikoesoemo Soemitro salah satu pendiri organisasi akademis East Asian Economic Association (Asosiasi Ekonomi Asia Timur) pada tahun 1984, dan ditunjuk secara aklamasi menjadi ketua umum pertama organisasi tersebut.
Pada literatur lainya, ditemukan bahwa sosok kakek Tommy atau Soemitro Djiwandono juga penggas awal konsep Danantara atau Badan Pengelola Investasi khusus yang kirini resmi berdiri di era Presiden Prabowo. Sementara Ayah Soemitra atau eyang dari Thomas Djiwandono adalah R.M. Margono Djojohadikoesoemo juga dikenal sebagai begawan ekonomi Indonesia pendiri Bank Nasional Indonesia (BNI)
Kembali ke Thomas Djiwandono, dalam posisi strategisnya di Kementerian Keuangan ia memainkan peran krusial sebagai jembatan komunikasi antara tim ekonomi pemerintah dengan Kementerian Keuangan. Tugas utamanya sering kali berkaitan dengan memastikan keberlanjutan fiskal serta transisi kebijakan ekonomi yang mulus. Ia dikenal sangat teliti dalam menjaga disiplin anggaran agar rasio defisit tetap berada dalam batas aman.
Di luar tugas birokrasinya, Tommy juga dianggap punya wawsasan luas dan pemahaman mendalam mengenai politik ekonomi nasional (ekopol). Sosoknya sering terlibat dalam perumusan strategi makro yang bertujuan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata melalui optimalisasi pendapatan negara. Sosoknya dianggap mencerminkan kombinasi antara profesionalisme sektor privat dan tanggung jawab pelayanan publik.
Capaian prestasi
Capaian prestasi Thomas Djiwandono yang paling menonjol dalam waktu singkat adalah keberhasilannya mengawal transisi fiskal antara masa pemerintahan Presiden Joko Widodo ke pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebagai Wakil Menteri Keuangan, ia mendapatkan apresiasi luas atas kemampuannya menjaga kepercayaan pasar modal dan investor selama masa transisi pergantian pemerintahan beberwpa waktu lalu, sebuah periode kritis yang biasanya rentan terhadap gejolak ekonomi.Para pakar cukup banyak yang 'menamini' ketajaman analisisnya di bidang International Economics yang didapat dari masa studi di Johns Hopkins University kemudian diterapkan dalam merumuskan postur APBN disiplin namun tetap mendukung program-program pembangunan strategis nasional yang ambisius.
Selain itu, prestasi Tommy terlihat dari perannya sebagai jembatan komunikasi antara tim ekonomi pemerintah dengan lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Kehadirannya di kabinet dianggap memberikan rasa aman (market confidence) bagi pelaku usaha, karena ia dianggap sebagai representasi kebijakan ekonomi yang terukur namun tetap menjaga visi pragmatis jangka panjang.
Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono kini berusia 53 Tahun. Ia lahir 7 Mei 1972. Tommy berdara Jateng- Yogyakarta. Ayahnya bernama Soedradjad Djiwandono dulu sekali juga pernah menjabat sebagai Gubernur BI
Solikin M. Juhro
Solikin M. Juhro adalah seorang ekonom senior dan intelektual di Bank Indonesia yang sangat dihormati karena kedalaman analisisnya di bidang teori moneter dan riset ekonomi. Ia telah lama mendedikasikan kariernya di Bank Indonesia Institute, tempat di mana pengembangan sumber daya manusia dan pemikiran ekonomi strategis digodok untuk masa depan bangsa.Kepakaran Solikin mencakup pemodelan ekonomi dan perumusan kerangka kerja kebijakan moneter yang adaptif. Ia sering menjadi rujukan bagi para akademisi dan praktisi ekonomi karena kontribusinya dalam berbagai karya ilmiah serta jurnal internasional. Dedikasinya terhadap riset menjadikannya salah satu pilar intelektual utama yang dimiliki oleh bank sentral Indonesia.
Sebagai seorang pemimpin di bidang edukasi ekonomi, ia terus mendorong penguatan literasi keuangan dan ekonomi makro di tingkat nasional. Solikin percaya bahwa kebijakan yang kuat harus didasari oleh riset yang solid dan data yang akurat. Melalui kepemimpinannya, ia berhasil menyelaraskan kebutuhan praktis bank sentral dengan standar akademik yang tinggi, menciptakan sinergi antara teori dan praktik di lapangan.
Capaian prestasi
Solikin M. Juhro menonjol dengan prestasi di bidang akademik dan riset moneter. Salah satu capaian menariknya adalah publikasi buku Central Bank Policy: Theory and Practice yang diterbitkan secara internasional oleh Emerald Group. Buku ini menjadi rujukan penting bagi bank sentral di berbagai negara dalam memahami bauran kebijakan ( policy mix ), yang di klaim sebagai teori menonjol ekonomi yang dikembangkan ala Bank Indonesia di panggung global.Sebagai Asisten Gubernur dan Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial, ia dianggap berhasil merumuskan berbagai instrumen kebijakan yang menjaga sektor perbankan tetap tangguh di tengah pandemi dan guncangan ekonomi global pada 2021-2023. Buah pikiranya diklaim sebagai "otak" di balik pemodelan ekonomi makro yang digunakan BI untuk memprediksi inflasi dan pertumbuhan ekonomi, menjadikannya salah satu ekonom paling berpengaruh di internal bank sentral.
Prestasinya juga mencakup pengembangan sumber daya manusia melalui kepemimpinannya di BI Institute. Ia sukses mentransformasi institusi tersebut menjadi pusat keunggulan pembelajaran ( center of excellence ) meski baru diakui secara regional. Sosok Solikin M. Juhro dikenal sangat scientific, karena dedikasinya pada ilmu pengetahuan dibuktikan lewat penulisan karya ilmiah di jurnal bereputasi internasional
Solikin M. Juhro kini berusia 58 Tahun. Ia lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 10 Oktober 1967. (aSP)









