Menperin Speak Up: Rp100T Buat BUMN Tekstil, Siap Perkuat Ekosistem TPT dari Hulu ke Hilir
astakom.com, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita speak up soal BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Tekstil yang lagi dibangun pemerintah. Berdasarkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto, pemerintah telah menyiapkan dana Rp100 Triliun untuk menyokong badan usaha itu.
Untuk memperluas cakupan industri tekstil dari hulu ke hilir, at least dana investasi yang perlu disuntikkan lebih rincinya adalah US$6 miliar. Atau sekitar Rp101,4 triliun, dengan asumsi kurs Rp16.900 per dolar.
Dana investasi itu nantinya akan disalurkan lewat BPI Danantara. Hal itu dikatakan Agus Gumiwang setelah mengisi acara Pelantikan Dewan Pengurus Harian Himpunan Kawasan Industri (HKI) Periode 2025–2029, di bilangan Jakarta, Selasa (20/1/2026).Melengkapi kekosongan sektor TPT
Agus berharap anggaran itu bisa menjadi perantara Indonesia melancarkan upaya mengisi kekosongan di sektor TPT.“Ya, tentu pemerintah berdasarkan arahan dari Pak Presiden menyiapkan dana Rp100 triliun itu dengan harapan bisa mengisi kekosongan di sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dari mulai hulu intermediate sampai ke hilir. Nanti kita koordinasi Danantara,” kata Agus Gumiwang, dikutip pada Selasa (20/1/2026).
BUMN khusus ngurus tekstil dan garmen
Dilansir dari redaksi astakom.com, pemerintah saat ini lagi nyiapin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tekstil di bawah naungan BPI Danantara (Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara).
Badan usaha ini dibentuk khusus untuk tangani masalah tekstil dan garmen. Upaya ini dilakukan supaya pemerintah bisa selamatkan Sritex yang punya andil besar sebagai penggerak ekonomi.
Upaya selamatkan kegiatan ekonomi Sritex
Hal ini dikatakan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Selain itu BUMN Tekstil ini masih dalam proses penguatan perannya.Prasetyo berharap Badan Usaha ini bisa segera menjalankan tugasnya ASAP (As soon as possible). Karena pemerintah pengen menyelamatkan kegiatan ekonomi Sritex.
“Jadi ini sedang proses, kita harapkan dalam waktu dekat semua proses sudah bisa diselesaikan. Sehingga Sritex bagaimanapun kita harus selamatkan. Dalam artian kegiatan ekonominya tetap harus berjalan,” kata Prasetyo di bilangan Jakarta dikutip pada, Selasa (20/1/2026).









