NATO Gercep Gelar Pertemuan Sebagai Respon, Atas Tindakan Trump Yang Serakah ke Greenland

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Selasa, 20 Januari 2026 | 23:01 WIB
NATO Gercep Gelar Pertemuan Sebagai Respon, Atas Tindakan Trump Yang Serakah ke Greenland
NATO Gercep Gelar Pertemuan Sebagai Respon, Atas Tindakan Trump Yang Serakah ke Greenland (astakom / ilustrasi)

astakom.com, Jakarta - Ambisi Presiden AS Donald Trump, untuk mengambil alih Greenland bener bener bikin suasana geopolitik jadi chaos. Menanggapi sikap agresif sang pemimpin AS tersebut, NATO kini makin intens mengadakan pertemuan buat ngebahas nasib di wilayah tersebut.

Gak cuma sekadar omongan, pasukan pengaman dari aliansi NATO juga sudah mulai memperketat penjagaan dan meningkatkan kehadiran militer mereka di sekitar kawasan Greenland guna mengantisipasi langkah tak terduga dari AS.

Momen hectic ini terlihat saat Troels Lund Poulsen selaku Menteri Pertahanan Denmark menginjakkan kaki di markas besar NATO yang berlokasi di Brussels, kemarin (19/1/2026).

Ia dijadwalkan melakukan deep talk bareng Sekjen NATO, Mark Rutte, demi nyari jalan keluar soal isu Greenland ini. Ketegangan ini makin menjadi-jadi setelah Trump secara blak-blakan ngaku kalau sikap kerasnya itu dipicu rasa kecewa karena dia nggak dapet penghargaan Nobel Perdamaian, yang akhirnya bikin para sekutu makin was-was.

Denmark Kirim Tambahan Pasukan ke Kangerlussuaq

Merespons tekanan yang makin pick me dari pihak Trump, Denmark nggak mau tinggal diam dan langsung kirim pasukan tambahan ke wilayah Greenland.

Sejumlah tentara Denmark terpantau sudah landing di Bandara Kangerlussuaq pada Senin malam kemarin. Meski pemerintah Denmark menyebut ini cuma bagian dari latihan bareng sekutu NATO, banyak pihak menilai ini adalah langkah nyata buat memproteksi kedaulatan mereka dari klaim sepihak Amerika Serikat.

Pesan Teks Trump yang Bikin Netizen Global Geram

Situasi makin unhinged setelah Norwegia ngebocorin pesan teks dari Trump buat PM Jonas Gahr Store. Dalam chat tersebut, Trump bilang kalau dia udah nggak ngerasa perlu lagi mikirin perdamaian dunia, yang mana pernyataan ini langsung dianggap sebagai red flag serius oleh para sekutu di Eropa.

Gara-gara pesan itu, hubungan AS dan negara-negara Nordik makin retak karena ancaman pengambilalihan Greenland dianggap bukan sekadar gertakan sambal.

Komitmen Denmark Jaga Kedaulatan Greenland
Denmark berkali-kali memberikan pernyataan tegas kalau Greenland adalah bagian integral dari kerajaan mereka yang nggak bakal bisa dibeli dengan harga berapapun.

Meskipun Trump terus-menerus memberikan tekanan lewat media maupun jalur diplomatik, pihak Denmark dan pemerintah lokal Greenland justru makin solid buat minta bantuan misi perlindungan dari NATO. Mereka pengen mastiin kalau wilayah mereka tetep aman dari ambisi ekspansi “real estate” ala Trump.

Sejarah Ambisi Trump dan Penolakan Denmark
Kisah Trump yang pengen beli Greenland sebenarnya bukan barang baru, karena isu ini udah pernah spill sejak periode pertamanya menjabat. Namun, di tahun 2026 ini, tensi makin naik karena Trump mengaitkan kegagalannya dapet Nobel dengan haknya untuk bertindak agresif di wilayah Arktik.

Sebelumnya, Denmark sudah berkali-kali menolak tawaran tersebut secara diplomatis, tapi kali ini mereka terpaksa melibatkan kekuatan militer penuh NATO karena ancaman yang datang dirasa sudah melewati batas kewajaran hubungan antarnegara sekutu.

Gen Z Takeaway
Trump lagi kena main character syndrome karena pengen caplok Greenland gara-gara nggak dapet Nobel Perdamaian. Denmark sama NATO nggak tinggal diam dan langsung guard up dengan kirim tentara ke bandara Kangerlussuaq biar wilayah mereka nggak di- take over sembarangan. Pokoknya, hubungan AS sama NATO lagi bener-bener di titik terendah karena gaya diplomasi Trump yang dianggap terlalu agresif dan unpredictable.

Denmark Donald Trump greenland Konflik Arktik Nato

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB