Donald Trump Maen Ngancem Prancis! Naikkan Tarif 200 Persen Kalau Gak Join Dewan Perdamaian Gaza
astakom.com, Jakarta - Hubungan antara Washington dan Paris mendadak salty. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terang-terangan memberikan gertakan keras berupa sanksi ekonomi bernilai besar kepada Prancis.
Jika Presiden Emmanuel Macron tetap bersikeras menolak ajakan AS untuk masuk dalam Dewan Perdamaian Gaza, Trump tak segan-segan bakal menekan arus ekspor negara tersebut dengan pajak impor yang tembus hingga angka 200 persen pada Selasa, (20/1/2026).
Ketegangan ini dimulai saat Trump berada di Miami, Florida, pada Senin kemarin, usai menonton pertandingan olahraga kampus. Awalnya, Trump nampak skeptis dengan kabar mundurnya Macron dari inisiatif perdamaian tersebut dan sempat mempertanyakan kebenaran rumor tersebut di depan para media.“Apakah benar dia mengatakan itu?” ujar Trump
Namun, suasana berubah menjadi savage ketika Trump menyebut bahwa sebenarnya tidak ada yang benar-benar membutuhkan Macron, mengingat masa jabatannya yang akan segera berakhir.
“Tidak ada yang benar-benar menginginkan dirinya juga, karena ia akan mengakhiri masa jabatannya dalam waktu dekat,” Ucapnya pada Selasa, (20/1/2026).Gertakan Pajak Wine yang Bikin Ketar-ketir
Trump melontarkan ancaman spesifik yang menyasar produk kebanggaan Prancis, yakni anggur dan sampanye. Ia menilai, tekanan ekonomi sebesar 200 persen adalah cara paling ampuh untuk membuat Macron berubah pikiran dan segera merapat ke barisan Dewan Perdamaian Gaza.Meski bernada memaksa, Trump dengan gaya khasnya menyebut bahwa Macron sebenarnya tidak wajib bergabung, walau konsekuensi ekonomi yang disiapkan sudah jelas di depan mata.
Alasan Prancis Ogah Ikut Setup AS
Di sisi lain, laporan dari BFM TV menyebutkan bahwa Macron merasa red flag dengan struktur Dewan Perdamaian Gaza bentukan AS ini. Pihak Prancis khawatir badan tersebut bakal memiliki agenda yang terlalu luas dan justru melangkahi wewenang serta fungsi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Hal inilah yang memicu sinyal penolakan dari Prancis, karena Macron ingin menjaga integritas struktur internasional yang sudah ada.
Blueprint 20 Poin Menuju Perdamaian
Gedung Putih sebelumnya telah merilis rencana ambisius yang terdiri dari 20 poin strategis di bawah komando Trump untuk menyetop perang di Gaza secara total.Dewan Perdamaian Gaza ini dirancang sebagai badan pengawas yang bakal mengelola sumber daya global sekaligus memastikan proses pembangunan kembali wilayah terdampak perang berjalan sesuai rencana transisi.
Sejarah Pembentukan Koalisi Gaza
Sebagai informasi, Donald Trump telah menginisiasi pembentukan beberapa badan eksekutif khusus, termasuk Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, guna mengeksekusi kerangka kerja perdamaian versinya.Sejak awal diumumkan, Trump gencar melakukan lobbying ke berbagai pemimpin dunia. Selain Macron, nama-nama besar seperti Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, juga masuk dalam daftar undangan resmi untuk memperkuat legitimasi dewan ini di mata internasional.












