Azis Subekti Dorong ‘Collaborative Government’ untuk Percepat Rehabilitasi Sumatera
astakom.com, Jakarta — Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, menekankan bahwa penanganan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi ujian penting bagi ketahanan nasional.
“Jadi negara yang kuat bukan negara yang selalu gagah, tapi seberapa cepat dia akan pulih ketika dia mendapatkan ujian ini. Makanya kami sampaikan kepada menteri yang hadir, bahwa inilah saatnya collaborative government itu dipraktikkan,” ujar Aziz usai Rapat Kerja Komisi II DPR RI, dikutip redaksi astakom.com, Selasa (20/1/2026).
“Jadi tidak menunggu, tapi kemudian secara progresif menyelesaikan persoalan-persoalan yang terkait dengan rehabilitasi dan rekonstruksi,” tambah Azis.
Pernyataan tersebut disampaikan Azis kepada Parlementaria usai Rapat Kerja Komisi II DPR RI dengan sejumlah mitra kerja, termasuk Kementerian ATR/BPN, Kementerian PANRB, dan instansi terkait lainnya, di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta.
Aziz dorong kemudahan administratif
Dalam fungsi pengawasannya, Aziz juga menyoroti kendala teknis yang sering dihadapi masyarakat terdampak bencana, seperti hilangnya dokumen kependudukan dan sertifikat tanah.
Ia meminta pemerintah memberikan diskresi serta kemudahan verifikasi data bagi korban, agar mereka tidak dibebani persyaratan administratif yang tidak realistis.
“Orang yang berkas-berkasnya sudah hilang, suruh bawa KTP kan tidak mungkin. Ya cukup misalkan ada saksi desa, kemudian tanda tangan Camat, kalau perlu ada Kapolsek, ya sudah memang dia layak terima. Baru kemudian nanti diurus,” tegasnya.
Aziz soroti aspek tata ruang pascabencana
Selain persoalan administrasi, Azis juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek tata ruang pascabencana, khususnya kepada Kementerian ATR/BPN.
Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip build back better, di mana rekonstruksi tidak sekadar membangun ulang di lokasi lama apabila kawasan tersebut memiliki risiko bencana berulang.
“Nah, kami memesankan rekonstruksi itu jangan sampai terjadi kita itu kembali tidak lebih baik. Artinya, bangun di tempat yang sama, yang sudah setiap saat kebanjiran. Jadi harus ada build back better, kembali lebih baik,” pungkasnya.











