Kelas! Presiden Prabowo Bakal Pidato di World Economic Forum, Indonesia Ambil Peran Buat Ekonomi Global
astakom.com, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan akan memberi pidato dalam World Economic Forum (WEF) yang akan berlangsung di Davos, Swiss.
Dalam forum itu, Presiden Prabowo akan menyampaikan pidato kunci di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku ekonomi global.
"Presiden Prabowo akan melakukan dialog strategis dengan para CEO dari perusahaan terkemuka mencanegara," tulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya dilansir dalam laman resmi setkab.go.id pada Senin (19/1/2026).Kunjungan Presiden Prabowo ini menegaskan peran aktifnya dalam percaturan global. Sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik dunia.
WEF tempat berdiskusi menghadapi masalah dunia
World Economic Forum merupakan forum yang mempertemukan para pemimpin dunia, pelaku bisnis, pelaku politik dan wartawan untuk berdiskusi maupun berkolaborasi dalam menghadapi permasalahan dunia.Forum ini akan dihadiri oleh 61 kepala negara dan pemerintahan, serta sedikitnya 1000 peserta.
Agenda Presiden Prabowo di Inggris
Sebelum melakukan perjalanan ke Swiss, Presiden Prabowo terlebih dahulu akan memperkuat hubungan bilateral dengan Kerajaan Inggris. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat Indonesia dalam diplomasi maupun ekonomi global.Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa selama di Inggris, Presiden Prabowo akan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris yaitu Keir Starmer untuk membahas kerjasama strategis antara Indonesia dengan Inggris.
Pertemuan dengan Raja Charless III
Selain itu, Presiden Prabowo juga dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan Raja Charles III. Dalam pertemuan itu, salah satu yang akan dibahas adalah soal pelestarian alam dan lingkungan."Selanjutnya, Presiden Prabowo akan mengadakan pertemuan dengan Raja Charles III, dengan salah satu agenda pembahasan terkait pelestarian alam dan lingkungan, serta konservasi gajah, bersama dengan sejumlah tokoh filantropi dunia lainnya," tegas Seskab Teddy.










