Gus Islah Sebut Jokowi Ada dalam Pusaran Dugaan Kasus Korupsi Kuota Haji

Editor: Alfian Tegar
Senin, 19 Januari 2026 | 18:22 WIB
Gus Islah Sebut Jokowi Ada dalam Pusaran Dugaan Kasus Korupsi Kuota Haji

astakom.com, Jakarta — Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) disebut ikut terseret dalam isu dugaan korupsi kuota haji, bersama nama Menteri Pemuda dan Olahraga kala itu, Dito Ariotedjo.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, atau Gus Islah, yang juga kader NU, dalam sebuah podcast di YouTube.

"Kata Gus Yaqut begini ketika itu, bahwa Indonesia mendapatkan kuota tambahan 20.000 dari Muhammad bin Salman (MBS), tapi sampai saat ini saya tidak dilibatkan dalam proses itu. Presiden itu yang diajak adalah Dito. Dito mantan Menpora," kata Gus Islah dalam podcast, dikutip redaksi astakom.com, Senin (19/1/2026).

Menurut Gus Islah, Yaqut yang saat itu masih menjabat Menteri Agama tidak dilibatkan dalam pembahasan tersebut. Jokowi, kata Gus Islah, malah mengajak Dito Ariotedjo. Untuk diketahui, saat ini Dito juga merupakan menantu pemilik biro travel Maktour Fuad Hasan Masyhur.

Dugaan Jokowi ulur waktu Gus Yaqut

Gus Islah juga mengungkapkan bahwa Gus Yaqut berniat hadir dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Angket Haji DPR untuk memberikan kesaksian terkait evaluasi pelaksanaan ibadah haji 2024, khususnya soal pembagian kuota tambahan 20.000 jamaah yang dinilai tidak sesuai ketentuan.

Namun, menurut Gus Islah, Jokowi melarang hal tersebut dengan menugaskan Yaqut menggantikan Menteri Pertahanan untuk menghadiri Konferensi Perdamaian Dunia di Prancis.

Perjalanan dinas yang seharusnya berlangsung tiga hari itu diperpanjang menjadi 24 hari atas arahan Jokowi. Tujuannya, kata Gus Islah, untuk mengulur waktu hingga masa kerja Pansus DPR selesai agar Yaqut terhindar dari pemanggilan.

"Putar-putar di Eropa, karena dia belum dapat sinyal untuk segera kembali. Karena kalau dia kembali, dia tetap akan dipanggil oleh Pansus. Dia berada dalam rentang waktu pemanggilan Pansus," ujar Gus Islah.

Target utama bukan hanya Gus Yaqut

Gus Islah meyakini target utama kasus kuota haji bukan semata-mata Gus Yaqut, melainkan kakaknya, Gus Yahya, Ketua Umum PBNU. Menurut Gus Islah, Gus Yahya dianggap tidak dapat dikendalikan oleh lingkaran kekuasaan Jokowi.

"Ya karena Gus Yahya tidak bisa dikendalikan oleh gengnya Jokowi di PBNU. Sehingga dia harus dirontokkan," ucap Gus Islah.

Gus Islah juga mengungkap dugaan ancaman terhadap Gus Yahya. Ancaman tersebut berbunyi, jika ingin adiknya selamat dari kasus kuota haji, Gus Yahya harus mundur dari jabatannya.

"Ya kalau ingin adikmu selamat, ya kamu harus segera mundur." Artinya ada tekanan, ada bargain (tawar-menawar) juga di situ. "Kalau kamu merelakan itu, ya ayo kita fight," kata Gus Islah menirukan perkataan Gus Yahya.

KPK palu godam politik?

Selain itu, Gus Islah menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjadi alat politik atau “palu godam politik” dan tidak lagi independen, terutama setelah revisi Undang-Undang KPK pada 2019 serta penetapan pimpinan KPK jilid VI, Setyo Budiyanto Cs, di akhir masa jabatan Jokowi.

"Apalagi Undang-Undang KPK sudah dirubah oleh Jokowi. Selesai. Sebelum Jokowi lengser, formatur, komisioner, dan semuanya sudah ditetapkan oleh Jokowi," ujar Gus Islah.

Gen Z Takeaway
Gus Islah menyebut nama Jokowi dan Dito Ariotedjo ikut terseret isu dugaan korupsi kuota haji, dengan klaim Gus Yaqut tak dilibatkan dalam pembahasan kuota tambahan. Ia menuding ada manuver politik untuk menahan kesaksian Gus Yaqut di Pansus DPR dan menilai kasus ini sarat kepentingan kekuasaan, termasuk kritik bahwa KPK rawan dipolitisasi.

Gus Yaqut Haji Joko Widodo Jokowi Korupsi Kuota Haji Kuota Haji Kuota Haji Indonesia Mantan Menteri Agama Nahdlatul Ulama Tambahan Kuota Haji Yaqut Yaqut Cholil Qoumas

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB