astakom.com, Jakarta – Kalau selama ini James Cameron dikenal sebagai sutradara film-film gede kayak Titanic dan Avatar, ternyata di balik itu semua ada sisi lain yang nggak kalah ikonik yaitu temperamen keras dan prinsip hidup yang nggak bisa ditawar.
Salah satu cerita paling panas dari Hollywood terjadi di malam Oscar 1998.
Bukan di layar lebar, tapi di tengah kerumunan tamu elite, James Cameron nyaris menghantam Harvey Weinstein, produser paling berkuasa saat itu juga pakai piala Oscar asli. Yes, ini bukan metafora. Ini hampir kejadian sungguhan.
Dari euforia titanic ke emosi meledak
Malam itu harusnya jadi momen paling bahagia buat James Cameron. Titanic lagi panen Oscar, dan dia baru aja menerima salah satu pialanya. Tapi euforia itu langsung buyar saat James Cameron berpapasan langsung dengan Harvey Weinstein di area penonton.
Alih-alih senyum-senyum atau basa-basi, pikiran James Cameron langsung balik ke satu hal yaitu perlakuan Weinstein terhadap sahabatnya, Guillermo del Toro.
Waktu itu, Del Toro baru kelar menggarap film Mimic di bawah studio Miramax, perusahaan milik Weinstein.
Proses produksinya dikenal penuh tekanan, campur tangan berlebihan, dan disebut-sebut hampir menghancurkan visi artistik Del Toro. Buat James Cameron, ini bukan sekadar urusan bisnis. Ini soal harga diri seniman.
Tegur langsung, situasi langsung panas
Sebagai sesama sutradara, James Cameron nggak tahan. Dia langsung menegur Weinstein secara terbuka. Tapi bukannya minta maaf, Weinstein justru membalas dengan kata-kata kasar. Situasi pun memanas.
Dua raksasa Hollywood itu berdiri saling berhadapan, tensi tinggi, dikelilingi tamu undangan yang shock dan bingung harus bereaksi gimana.
Dalam wawancara dengan Vanity Fair, James Cameron akhirnya spill seberapa dekat momen itu dengan kekerasan fisik.
“Saya hampir saja memukulnya dengan piala Oscar saya. Musik sudah mulai dimainkan untuk kembali dari jeda iklan, dan orang-orang di sekitar berteriak, ‘Jangan di sini! Jangan di sini!’” Ungkapnya dalam wawancara dengan Vanity Fair.
Plot twist-nya? Kayak nggak masalah kalau ributnya di tempat parkir, asal jangan di depan kamera Oscar 😭
Piala Oscar, hampir 4 Kg
James Cameron juga menegaskan kalau itu bukan ancaman kosong.
“Piala itu cukup berat. Saya benar-benar sudah siap menghantamkannya ke wajah dia.” Ujarnya.
FYI, piala Oscar beratnya hampir 4 kilogram. Jadi kalau kejadian, ini bukan sekadar drama, ini udah masuk kategori fatal. Untungnya, beberapa produser lain dan petugas keamanan langsung turun tangan buat melerai. James Cameron akhirnya memilih pergi, sementara Weinstein masih dalam kondisi emosi.
Jadi legenda hollywood
Sejak malam itu, hubungan James Cameron dan Weinstein nggak pernah benar-benar membaik. Tapi cerita ini justru hidup sebagai legenda Hollywood—terutama setelah bertahun-tahun kemudian skandal Weinstein terbongkar lewat gerakan #MeToo.
James Cameron pun dikenang sebagai salah satu figur yang berani melawan Weinstein secara terbuka, jauh sebelum banyak orang berani buka suara.
Buat James Cameron, perlakuan semena-mena terhadap sineas bukan cuma soal kontrak, tapi penghinaan terhadap seni.

