Dampak Bencana Sumatera: Nelayan dan Pembudidaya Ikan Merugi! KKP Ajukan Rp1,7 T untuk Recovery
Astakom.com, Jakarta - Sejumlah kementerian hari ini Rabu (14/1/2026) menyerbu DPR laporkan dampak bencana banjir dan longsor di Sumatera. Salah satunya Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono.
Dalam rapat itu ia menungkapkan ribuan nelayan terdampak bencana dan puluhan ribu pembudidaya ikan terimbas bencana.
Lebih rinci, Trenggono mengungkapkan 8.368 nelayan dan 27.879 pembudidaya ikan terdampak banjir dan longsor. Selain itu, kerusakan infrastruktur perikanan seperti ribuan kapal rusak dan hilang tehitung sangat banyak.
"Unit pengolah ikan ada 1.431, kapal yang rusak karena hilang, juga karena rusak, dan juga karena kehilangan alat tangkap, itu ada 3.612," kata Trenggono dalam Rapat Kerja bersama dengan Komisi IV DPR, Jakarta Pusat dikutip pada Rabu (14/1/2026).Pembudidaya ikan rasakan kerugian yang masif
Selain itu, budidaya ikan juga kena dampak yang cukup masif. Tambak dan kolam ikan yang terdampak lebih dari 30 ribu."Kemudian yang cukup luas disini adalah tambak ikan, tambak dan kolam ikan itu sekitar 30.723 hektare, dan UPI yang rusak ada 396," tambah Trenggono.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kini fokus untuk mengembalikan keadaan atau merehabilitasi sektor perikanan dan kelautan. Agar para terdampak bisa mulai lagi beraktivitas di sektor itu.
Dua intervensi yang siap dijalankan
KKP telah menyiapkan sejumlah rencana yang trategis dan siap direalisasikan. Rencana itu dibagi menjadi dua intervensi utama.Pertama, rehabilitasi infrastruktur, dermaga, gedung prasarana pendukung perikanan tangkap, tambak budidaya dan bangunan unit pengolahan ikan yang rusak.
Kedua, bantuan sarana usaha, pengadaan kapal, mesin, alat tangkap, benih, pakan agar nelayan dan budidaya bisa segera kembali berproduksi.
Anggarannya tembus Rp1,71 triliun
Trenggono memproyeksikan anggaran untuk bisa merealisasikan dua rencana intervensi dari rencana di atas adalah Rp1,71 triliun."Berdasarkan perhitungan teknis, total estimasi kebutuhan anggaran untuk pemulihan sektor kelautan dan perikanan di Sumatera adalah sebesar Rp1,71 triliun," kata Trenggono.









