Hadapi Krisis Moneter: Iran Inflasi 70 Persen, Nilai Tukar 1 Rial Iran Anjlok Jadi 0,015 Rupiah

Editor: Shintya
Selasa, 13 Januari 2026 | 21:21 WIB
Hadapi Krisis Moneter: Iran Inflasi 70 Persen, Nilai Tukar 1 Rial Iran Anjlok Jadi 0,015 Rupiah
Hadapi Krisis Moneter: Iran Inflasi 70 Persen, Nilai Tukar 1 Rial Iran Anjlok Jadi 0,015 Rupiah (Astakom/Gemini)

Astakom.com, Jakarta - Saat ini situasi di Iran sangat chaos karena masyarakatnya sudah beberapa hari lalu berdemo atau aksi turun ke jalan. Hal ini dipicu karena masyarakat menuntut pemerintah untuk segera memperbaiki kondisi perekonomian di Iran.

Harga-harga komoditas naik hingga 70 persen, tagihan tak terbayar, hingga terjadi kelangkaan barang. Sementara itu, dana negara Iran digunakan untuk membiayai perang dengan Amerika Serikat.

Saat ini Selasa (13/1/2026) nilai mata uang Rial anjlok tak terkendali, bahkan nilai tukar 1 Rial Iran berada di angka 0,015 Rupiah.

Padahal pada bulan Desember 2025, nilai tukar 1 Rial ke Rupiah sama dengan 1IRR = 0,398 IDR. Nilai tukar Rial Iran yang tak berdaya juga ditandai dengan keberadaannya di level IRR 1.000.010/US$ padahal di awal perdagangan pasar 2026.

Nilai tukar Rial melemah

Padahal sebelumnya sempat dibuka di level 42.000/US$. Artinya nilai tukar Rial telah telah melemah sekitar 2.280,98% secara year to date/ytd.

Selain nilai tukar, mata uang Rial Iran juga turun sekitar 40 persen.

Sebenarnya inflasi Iran sudah terjadi sejak lama, dilansir dari laman Statistical Center of Iran melaporkan inflasi point to point sebesar 52,6% pada Desember 2025.

Masalahnya complicated

Menurut berbagai sumber, kondisi ini diperparah oleh masalah geopolitik pengetatan sanksi dan penurunan harga minyak. Ditambah lagi ketegangan yang bikin masyarakat panik yaitu karena kekeringan yang telah terjadi bertahun-tahun di Iran.

Kekeringan ini masih berlarut tanpa solusi yang konkret. Pengelolaan pasokan air yang buruk, sehingga mengganggu produksi pangan lokal. Juga pemadaman listrik yang berkepanjangan, internet terbatas dan lemahnya lapangan kerja.

Presiden Iran mencoba meredam pendemo

Pada Senin (12/1/2026) Presiden Iran, Masoud Pazeshkian ikut turun langsung ke jalan bersama dengan pendemo pro pemerintah.

Dalam aksinya itu, Presiden mengatakan komitmennya untuk segera memperbaiki kondisi perekonomian Iran. Ia berjanji akan mengendalikan mata uang dan inflasi.

Gen Z Takeaway
Iran lagi kena triple pressure: ekonomi drop, mata uang collapse, dan kepercayaan publik anjlok. Harga naik gila-gilaan, inflasi tembus 70%, sementara rakyat ngerasa negara terlalu sibuk urus konflik. Presiden turun ke jalan itu sinyal damage control, tapi tanpa kebijakan nyata, krisis ini bukan cuma soal kurs—ini soal trust issue yang udah struktural.
 

Berita ekonomi ekonomi iran geopolitik inflasi tinggi Iran AS iran inflasi krisis global

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB