Gokss! Tim Penyidik Kamboja dan Korsel Ciduk 26 Pelaku Scamming dan Crime Seksual

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Senin, 12 Januari 2026 | 20:31 WIB
Gokss! Tim Penyidik Kamboja dan Korsel Ciduk 26 Pelaku Scamming dan Crime Seksual
Gokss! Tim Penyidik Kamboja dan Korsel Ciduk 26 Pelaku Scamming dan Crime Seksual. [pexel.com]

astakom.com, Seoul – Sebuah langkah epic dilakukan oleh otoritas keamanan lintas negara dalam memberantas kejahatan internasional pada Senin (12 /1 /2026), tim gabungan penyelidik yang terdiri dari kepolisian Kamboja dan Korea Selatan resmi mengamankan 26 individu yang menjadi dalang dibalik aksi penipuan digital serta kekerasan seksual berbasis elektronik.

Pengumuman ini dirilis langsung oleh pihak Istana Kepresidenan Korea Selatan, yang menggonfirmasi bahwa sindikat tersebut menjadikan warga Korsel sebagai target utama operasi illegal mereka

Juru bicara kepresidenan Korsel Kang Yu Jung memberikan bocoran update dalam sesi konferensi pers bahwa para tersangka ini sukses menggeruk keuntungan hingga 26,7 miliar Won atau kalau dikonversi mencapai sekitar Rp 306,15 miliar.

Nggak tanggung-tanggung, korbannya tercatat mencapai 165 orang. Satuan tugas khusus bentukan kedua negara ini bergerak secara taktis berdasarkan data intelijen untuk melacak pergerakan para pelaku yang bersembunyi di wilayah Kamboja.

Taktik penipuan yang red flag parah

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Channel News Asia pada (12/1/2026), komplotan ini punya cara yang sangat manipulatif untuk menjerat korbannya. Mereka kerap melakukan impersonate atau menyamar sebagai aparat penegak hukum serta petugas pengawas keuangan resmi.

Dengan skema yang terlihat profesional mereka memaksa korban melalui berbagai platform daring hingga korban bersedia mengirimkan jumlah uang yang sangat fantastis.

Eksploitasi konten dan ancaman serius

Selain urusan duit, sindikat ini juga terlibat dalam tindakan yang sangat toxic dan melanggar hukum, yakni kejahatan seksual. Para pelaku diduga kuat menekan sejumlah perempuan untuk memproduksi konten visual bermuatan asusila yang kemudian disebarluaskan secara ilegal.

Meskipun Kang Yu Jung masih menutup rapat rincian teknis terkait modus operandi pendistribusian konten tersebut, ia memastikan bahwa seluruh tersangka akan segera diekstradisi ke Korea Selatan untuk menghadapi konsekuensi hukum yang berat.

Kolaborasi solid aparat antarnegara

Operandi penangkapan besar-besaran ini merupakan hasil kerja keras kepolisian Kamboja yang mendapat backup penuh dari tim investigasi gabungan serta Badan Intelijen Korea Selatan.

Langkah tegas ini diambil untuk memutus rantai kriminalitas siber yang kian meresahkan, Hingga berita ini diturunkan, Pihak pemerintah Kamboja sendiri masih belum memberikan pernyataan resmi atau komentar tambahan terkait detail penangkapan para tersangka di wilayah mereka.

Latar belakang kasus
Kasus ini menambah daftar panjang kerjasama keamanan antara Seoul dan Phom Penh dalam memerangi cybercrime. Sebelumnya, kedua negara memang telah memperketat pengawasan terhadap klaster klaster penipuan daring yang sering memanfaatkan wilayah Asia Tenggara sebagai basis operasi karena celah regulasi.

Penangkapan 26 tersangka ini menjadi salah satu keberhasilan terbesar di awal tahun 2026 dalam hal pemulihan kerugian finansial korban. Sejak akhir tahun lalu, Pemerintah Korea Selatan memang tengah gencar melakukan perburuan terhadap sindikat scamming internasional menyusul meningkatnya laporan warga yang kehilangan aset akibat penipuan berbasis manipulasi psikologis dan identitas otoritas palsu.

Gen Z Takeaway
Intinya, kolaborasi antara Kamboja dan Korsel baru saja slay banget karena berhasil meringkus sindikat kriminal yang hobi scamming dan sebar konten asusila. Para pelaku yang diringkus ini benar-benar red flag karena menyamar jadi aparat buat menguras dompet 165 korban sampai rugi ratusan miliar, sekaligus melakukan eksploitasi seksual yang toxic parah. Sekarang, para pelaku tinggal menunggu waktu untuk diekstradisi dan menerima nasib kena skakmat hukum di Korea Selatan.

kejahatan seksual siber kolaborasi epic polri korsel kriminal internasional scammer kamboja waspada penipuan daring

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB