Ekonomi Iran Lagi Gak Baik Baik Aja... Masoud Pezeshkian Warning Keras Perusuh Bakal Kena Hukuman Mati!

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Senin, 12 Januari 2026 | 19:09 WIB
Ekonomi Iran Lagi Gak Baik Baik Aja... Masoud Pezeshkian Warning Keras Perusuh Bakal Kena Hukuman Mati!
Ekonomi Iran Lagi Gak Baik Baik Aja... Masoud Pezeshkian Warning Keras Perusuh Bakal Kena Hukuman Mati! [Kolase foto Internet/astakom]

astakom.com, Teheran – Menanggapi tensi publik yang makin chaos selama tiga hari terakhir, Presiden Masoud Pezeshkian akhirnya buka suara dan menjanjikan transformasi fundamental di sektor finansial negara lewat siaran Televisi Nasional pada Minggu, (11/1/2026). Masoud menegaskan bahwa otoritas terkait tengah mengupayakan solusi nyata demi meredam gejolak kereasahan warga yang merasa terhimpit beban ekonomi. dikutip oleh astakom.com pada (12/1/2026).

Pemerintah mengklaim tetep membuka ruang diskusi bagi rakyat yang ingin menyampaikan aspirasi jujur mengenai kondisi biaya hidup yang makin “mencekik”.

Meski begitu, Pezeshkian memberikan peringatan keras bahwa pihak keamanan tidak akan segan menindak tegas oknum provokator maupun sel teroris yang sengaja menunggangi situasi demi menciptakan kerusuhan sistematis di berbagai titik.

Tudingan intervensi asing di balik isu destabilitasi

Pezeshkian menilai bahwa krisis yang tengah membara ini merupakan bagian dari skenario besar pihak eksternal, terutama Israel dan Amerika Serikat untuk menggoyang stabilitas nasional. Menurutnya, ada indikasi kuat keterlibatan kelompok terlatih yang disusupkan untuk melakukan aksi sabotase, termasuk menyasar fasilitas publik seperti pasar dan rumah ibadah demi memicu kepanikan massal.

Dampak masif mogok dagang dan pemadaman akses digital

Gelombang protes ini awalnya triggered oleh aksi mogok massal para pedagang di Grand Bazaar Teheran yang merasa terpukul akibat nilai tukar mata uang Rial yang terjun bebas serta inflasi yang makin “diluar nalar”.

Sekretaris Jenderal PBB Antonik Gueterres mengungjapkan keprihatinan mengenai kekerasan yang menimpa pengunjuk rasa dan mengintruksikan iran untuk tetep tahan diri.

Di sisi lain, situasi makin pelik setelah pemerintah melakukan shutdown internet secara nasional selama lebih dari tiga hari, sebuah langkah yang disebut para pengamat sebagai upaya memutus koordinasi massa di lapangan.

Ancaman vonis maksimal dan eskalasi konflik global
Pihak Kejaksaan Agung Iran secara blak blakan menyebut bahwa mereka yangbterbukti terrlibat dalambkerusuhan brutalnterancam menghadapi vonis hukuman mati.

Sementara itu, suhu politik global makin mendidih setelah Washington mempertimbangkan opsi serangan siber hingga militer, yang langsung dibalas dengan anaman balik oleh Parlemen Iran terhadap basis pertahanan AS dan wilayah Israel jika kedaulatan mereka terganggu.

Latar belakang krisis
Konflik internal di Iran ini berakar dari kemerosotan ekonomi jangka panjang yang diperparah oleh sanksi internasional dan ketidakstabilan nilai mata uang domestik.

Demonstrasi yang semula merupakan aksi damai terkait tuntutan kesejahteraan ekonomi dengan cepat berubah menjadi bentrokan berdarah antara massa dan aparat keamanan.

Hingga saat ini, media pemerintah mencatat sedikitnya 109 personel keamanan tewas dalam tugas, sementara angka korban dari pihak demonstran masih menjadi perdebatan antara versi otoritas lokal dan data aktivis kemanusiaan internasional. Situasi ini telah memicu gelombang solidaritas di berbagai kota besar dunia seperti London dan Paris, sekaligus menempatkan kepemimpinan Masoud Pezeshkian dalam ujian paling krusial sejak menjabat.

Gen Z Takeaway
Kondisi Iran lagi chaos parah karena krisis ekonomi yang bikin harga-harga jadi "gak ngotak" sampai pedagang pasar mogok kerja. Presiden Masoud Pezeshkian memang janji mau benerin finansial negara, tapi dia juga kasih warning keras kalau perusuh atau penyusup asing bakal kena hukuman mati. Situasi makin complicated karena adanya isu intervensi dari AS dan Israel, pemadaman internet total, hingga ancaman perang terbuka yang bikin dunia internasional ikut ketar-ketir.

berita viral ekonomi iran krisis global masoud pezeshkian sanksi internasional

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB