Astakom.com, Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan terus menyalurkan sisa kuota beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) tahun lalu, 2025. Sampai hari ini diketahui jumlah beras yang tersisa dan siap untuk didistribusikan hingga akhir Januari sebanyak 697,1 ribu ton.
Sarwo Edhy selaku Sekretaris Utama Bapanas mengatakan akan melakukan pendistribusian melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA).
Skema ini telah disetujui oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan usulan dari Bapanas.
Sarwo mengatakan pendistribusian SPHP 2025 yang berlanjut sampai 31 Januari ini telah diinformasikan kepada para pemangku kepentingan dan pihak pihak yang terlibat.
SPHP 2025 terus didistribusikan sampai akhir Januari
“Bapanas telah menginformasikan kepada Bulog dan stakeholder lainnya, mulai dari pemerintah pusat sampai daerah dan juga Satgas Pangan Polri, bahwa SPHP beras tahun 2025 masih dapat dilanjutkan sampai 31 Januari 2026,” kata Sarwo dalam keterangan resmi, dikutip pada Senin (12/1/2026).
“Jadi sisa target SPHP beras 2025 sekitar 697,1 ribu ton dapat terus diakselerasi seoptimal mungkin,” tambahnya.
Jumlah penyaluran SPHP
Di sisi lain, penyaluran SPHP beras hingga akhir Desember 2025 telah mencapai 802,9 ribu ton. Kebijakan untuk terus mendistribusikan stok SPHP ini didorong juga dengan ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) oleh Perum Bulog yang pada periode itu mencapai 3,25 juta ton.
Meski begitu, penyaluran beras ini terus dilakukan seiring dengan menjaga stabilitas harga beras.
“Sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, harga beras harus terus dijaga bagi masyarakat agar sesuai harga yang telah ditetapkan. Stok beras kita melimpah. Dengan adanya beras SPHP ini, masyarakat dapat memperoleh akses beras yang berkualitas terjaga dengan harga yang baik pula,” katanya.
Pendistribusian SPHP 2026
Untuk program SPHP 2026 diharapkan dapat dimulai pada 1 Februari 2026. Selain itu, Bapanas masih berproses untuk pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) kepada Kemenkeu. Untuk targetnya sudah disetujui oleh pihak terkait, sebesar 1,5 juta ton.

