Astakom.com, Jakarta – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan momen deg degannya saat Presiden Prabowo membahas soal Pajak di acara Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang beberapa waktu lalu.
Purbaya merasa tersindir sama apa yang dikatakan Prabowo. Presiden mengatakan soal potensi kebocoran dan potensi manipulasi dalam sistem penerimaan negara.
Meski Prabowo nggak ngomong langsung pernyataan itu ditujukan untuk Purbaya, tapi Ia ngerasa kesindir.
“Saya disindir lagi dalam pertemuan kemarin dengan Presiden di Hambalang. Dia bilang, Apakah kita akan mau dikibulin terus oleh pajak dan bea cukai? Itu pesan ke saya dari Presiden. Walaupun dia enggak melihat ke saya, tapi “DEG” kan ke sini,” kata Purbaya di bilangan Jakarta, Dikutip pada Jumat (9/1/2026).
Banyak perusahaan yang curang
Purbaya tak menampik adanya dugaan kecurangan pajak. Ia membeberkan maraknya industri liat yang mangkir atau menghindari pajak. Akal-akalan para perusahaan itu supaya usahanya tidak terdeteksi oleh aparat pajak dan bea cukai selama ini.
Salah satu temuannya yaitu pada perusahaan kakap di sektor kelapa sawit.
“Kita mendeteksi ada beberapa perusahaan sawit yang melakukan under-invoincing ekspor sebagian dari nilai ekspornya. Saya kan baru dapat 10 perusahaan besar, itu dapat sekitar 50 persen kira-kira jika memukul rata yang total ekspor mereka yang diakui tidak sebagiannya” tegas Purbaya.
Industri pajak dan baja juga akali pajak
Selain itu, industri yang suka mengakal-akali pajak adalah sektor baja dan bahan bangunan yang dikelola pihak asing.
Perusahaan itu tidak mematuhi aturan perpajakan, dan pakai tenaga kerja asing dan melakukan transaksi berbasis tunai untuk menghindari pajak pertambahan nilai (PPN).
Negara rugi banyak akibat perusahaan yang akali pajak
“Pengusahanya dari China, punya perusahaan di sini, orang China semua, enggak bisa bahasa Indonesia. Jual langsung ke klien cash based, enggak bayar PPN, saya rugi banyak itu. Nanti kita tindak dengan cepat,” tambahnya.
Ia juga heran dengan temuannya itu, lebih membingungkan lagi pegawai pajak dan bea cukai tidak mendeteksi kecurangan pengusaha itu. Kata Purbaya, seharusnya pegawai pajak lebih tahu praktik kecurangan ini.
“Kalau saya tahu, mereka pasti lebih tahu,” pungkasnya.

