Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Purbaya Ngerasa “Deg” Disindir Presiden Prabowo Soal Pajak saat Acara Retret di Hambalang

Astakom.com, Jakarta – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan momen deg degannya saat Presiden Prabowo membahas soal Pajak di acara Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang beberapa waktu lalu.

Purbaya merasa tersindir sama apa yang dikatakan Prabowo. Presiden mengatakan soal potensi kebocoran dan potensi manipulasi dalam sistem penerimaan negara.

Meski Prabowo nggak ngomong langsung pernyataan itu ditujukan untuk Purbaya, tapi Ia ngerasa kesindir.

“Saya disindir lagi dalam pertemuan kemarin dengan Presiden di Hambalang. Dia bilang, Apakah kita akan mau dikibulin terus oleh pajak dan bea cukai? Itu pesan ke saya dari Presiden. Walaupun dia enggak melihat ke saya, tapi “DEG” kan ke sini,” kata Purbaya di bilangan Jakarta, Dikutip pada Jumat (9/1/2026).

Banyak perusahaan yang curang

Purbaya tak menampik adanya dugaan kecurangan pajak. Ia membeberkan maraknya industri liat yang mangkir atau menghindari pajak. Akal-akalan para perusahaan itu supaya usahanya tidak terdeteksi oleh aparat pajak dan bea cukai selama ini.

Salah satu temuannya yaitu pada perusahaan kakap di sektor kelapa sawit.

“Kita mendeteksi ada beberapa perusahaan sawit yang melakukan under-invoincing ekspor sebagian dari nilai ekspornya. Saya kan baru dapat 10 perusahaan besar, itu dapat sekitar 50 persen kira-kira jika memukul rata yang total ekspor mereka yang diakui tidak sebagiannya” tegas Purbaya.

Industri pajak dan baja juga akali pajak

Selain itu, industri yang suka mengakal-akali pajak adalah sektor baja dan bahan bangunan yang dikelola pihak asing.

Perusahaan itu tidak mematuhi aturan perpajakan, dan pakai tenaga kerja asing dan melakukan transaksi berbasis tunai untuk menghindari pajak pertambahan nilai (PPN).

Negara rugi banyak akibat perusahaan yang akali pajak

“Pengusahanya dari China, punya perusahaan di sini, orang China semua, enggak bisa bahasa Indonesia. Jual langsung ke klien cash based, enggak bayar PPN, saya rugi banyak itu. Nanti kita tindak dengan cepat,” tambahnya.

Ia juga heran dengan temuannya itu, lebih membingungkan lagi pegawai pajak dan bea cukai tidak mendeteksi kecurangan pengusaha itu. Kata Purbaya, seharusnya pegawai pajak lebih tahu praktik kecurangan ini.

“Kalau saya tahu, mereka pasti lebih tahu,” pungkasnya.

Gen Z Takeaway
Prabowo kasih warning keras soal kebocoran pajak, dan Purbaya nangkap itu sebagai sinyal serius. Faktanya, masih ada perusahaan besar main under-invoicing, cash-based, dan ngeles dari PPN. Intinya: era playing safe udah lewat—sekarang waktunya pajak diberesin biar negara nggak terus kecolongan.

Feed Update

Setahun Danantara, Prabowo Bangga: Return on Asset Melonjak 300%

astakom.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), sukses bikin Presiden Prabowo bangga atas pencapaiannya dalam satu tahun terakhir. Dalam laporan peningkatan...

Drama Selat Hormuz: Dua Kapal Pertamina Masih Hold di Teluk, Pemerintah Gaspol Negosiasi

astakom.com, Jakarta - Dua kapal Pertamina, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di zona konflik Timur Tengah (Timteng). Pemerintah saat ini terus bernegosiasi...

APBN Defisit Rp135,7 Triliun di Triwulan I 2026, Purbaya Sebut Masih Terkendali

astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Februari 2026 dalam gelaran konferensi pers...

Harga Emas Kompak Drop, Antam Turun Rp45 Ribu

astakom.com, Jakarta - Harga emas hari ini Kamis (12/3/2026) kompak turun. Untuk emas antam turun Rp45.000 jadi Rp3.042.000 per gram, dari harga sebelumnya 11...

Genap Setahun, Rosan: Danantara Jadi Kekuatan RI Hadapi Tensi Geoekonomi Global

astakom.com, Jakarta - Dalam rangka tasyakuran satu tahun Danantara, CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan pesan menyentuh tentang keberadaan Danantara. Rosan menyebut dalam satu tahun adanya...

Komisi XI DPR Umumkan 5 Anggota DK OJK, Friderica Jadi Ketua

astakom.com, Jakarta - Setelah melalui uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) kepada 10 calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK), Komisi...