APBN 2025 Defisit 2,92%, Purbaya Pilih Jaga Momentum daripada Maksain Ngepush Anggaran
Astakom.com, Jakarta - Purbaya Yudhi Sadewa menggelar konferensi pers APBN KITA, pada Kamis (8/1/2026). Dalam kesempatan itu Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya melaporkan jumlah defisit APBN 2025 tembus 2,92%.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Desember 2025 mencapai Rp695,1 triliun. Angka ini sama dengan 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Jumlah defisit APBN tahun 2025 itu, naik atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yakni 2024. Tahun 2024 defisit APBN hanya mencapai 2,3% dari PDB.Defisit naik sedikit dari rencana awal
Menurut Purbaya, pihaknya berupaya untuk menjaga ekonomi negara. Dirinya tidak ingin memaksakan untuk terus menurunkan defisit, lantaran hal itu bisa membuat ekonomi negara kewalahan."Defisit naik ke 2,92% dari rencana awal 2,53% ini misi menjaga ekonomi ekspansi ini kebijakan countercyclical. Saya buat defisitnya 0 juga bisa tapi ekonomi morat-marit," kata Purbaya, dalam konferensi pers APBN KITA, Kamis (8/1/2026).
Tahun ini ekonomi optimis membaik
Meski begitu, Menkeu masih tetap optimis tahun ini ekonomi membaik dan defisit bisa lebih ditekan."Saya yakin 2026 dengan membaiknya fondasi ekonomi ke depan, defisit bisa ditekan dengan dampak ekonomi ke masyarakat lebih besar. Tahun ini kita asumsikan ekonomi 5,4%, kita coba tekan ke level lebih tinggi lagi," tambah Purbaya.
Purbaya melengkapi pernyataan itu dengan membeberkan keseimbangan primer tercatat defisit Rp180,7 triliun.
Sumber pendapatan negara
Disclaimer, kata Purbaya pendapatan negara mencapai Rp2.756,3 triliun atau 91,7% dengan penerimaan pajak sebesar Rp1.917,6 triliun. Dari kepabeanan cukai Rp300,3 triliun juga PNBP Rp534,1 triliun.Untuk belanja negara mencapai Rp2.602,3 triliun atau 96,3% dari perkiraan.










