PS Putra Jaya Pecat Muhammad Hilmi Gimnastiar, PSSI Pertimbangkan Larang Main Seumur Hidup

Editor: A Cuwantoro
Selasa, 6 Januari 2026 | 16:07 WIB
PS Putra Jaya Pecat Muhammad Hilmi Gimnastiar, PSSI Pertimbangkan Larang Main Seumur Hidup
Tangkapan layar pertandingan antara PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung yang berlaga di Liga 4 Jatim, di Stadion Bangkalan, Madura, Senin (5/1). (Foto: Tangkapan Layar PSSI Jawa Timur).

astakom.com, Jakarta — Klub Liga 4 musim 2025/2026 PS Putra Jaya Sumurwaru mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak salah satu pemainnya, Muhammad Hilmi Gimnastiar, setelah tindakan agresif yang dinilai melanggar semangat fair play dalam pertandingan melawan Perseta 1970 di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1).

Insiden bermula ketika Hilmi ditangkap kamera sengaja menerjang dada pemain Perseta, Firman Nugraha, hingga membuatnya terjatuh dan harus ditangani tim medis.

Menanggapi kejadian tersebut, manajemen PS Putra Jaya resmi mengumumkan pemecatan Hilmi melalui unggahan di akun Instagram klub, menyatakan perilaku itu bertentangan dengan nilai-nilai sepak bola dan aturan pertandingan.

Pernyataan klub juga menyampaikan permintaan maaf kepada Perseta 1970 dan publik sepak bola atas insiden yang mencederai citra kompetisi. Keputusan ini diambil untuk menjaga marwah kompetisi serta menegaskan komitmen klub terhadap etika olahraga.

PSSI Pertimbangkan Hukuman Seumur Hidup
Tak hanya dipecat oleh klub, kasus ini juga menarik perhatian Komite Disiplin PSSI (Komdis). Ketua Komdis, Umar Husin, menyatakan pihaknya tengah mempertimbangkan pemberian sanksi berat.

Kemungkinan pelarangan beraktivitas di sepak bola nasional secara seumur hidup, demi menegakkan keselamatan atlet dan fair play di semua tingkatan liga.

“Turunannya khusus sepakbola itu ada di Kode Disiplin gitu ya. Memang untuk mencegah berulangnya tindakan-tindakan brutal, memang harus ditegakkan secara tegas. Pada prinsipnya kita itu ingin mengembangkan dunia sepakbola, membantu federasi mengembangkan sebuah kondisi yang kondusif untuk perkembangan sepakbola ya” kata Umar Husein dalam keterangan pers, Selasa (6/1).

Umar menegaskan bahwa tindakan keras diperlukan agar kompetisi tetap kondusif dan menghormati aturan yang berlaku, sambil mendorong Panitia Disiplin di semua level kompetisi untuk lebih berani memberikan hukuman tegas terhadap pelanggaran berat.

Gen Z Takeaway

Kasus ini jadi pengingat keras kalau di lapangan bola itu adu skill, bukan adu emosi. Sekali kelewatan, dampaknya bisa panjang banget: dipecat klub, disorot publik, bahkan terancam sanksi seumur hidup dari PSSI. Buat pemain muda, ini alarm serius, attitude sama pentingnya dengan kemampuan. Jago main tapi nggak bisa kontrol diri? Karier bisa tamat sebelum berkembang.

Muhammad Hilmi Gimnastiar Perseta PS Putra Jaya

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB