Delcy Rodriguez Ajak AS Colab bangun Agenda Damai Pasca Penangkapan Maduro di Caracas
Astakom.com, Venezuela – Wakil Presiden Venezuela yang kini menjabat sebagai pemimpin sementara, Delcy Rodriguez, secara terbuka mengirimkan sinyal peace kepada pemerintah Amerika Serikat untuk memulai babak baru melalui sebuah undangan kerja sama strategis.
Melansir dari armenpress, melalui unggahan di media sosial, Rodriguez menekankan pentingnya membangun “agenda kolaborasi” yang fokus pada pembangunan bersama serta penguatan koeksistensi internasional agar tercipta stabilitas yang lebih permanen.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menyeimbangkan kembali hubungan diplomatik yang sempet chaos dan memastikan masa depan kedaulatan negara tersebut tetap terjaga.Pesan menohok Wakil Menteri Venezuela
Dalam pernyataan resminya yang ditujukan langsung kepada Presiden AS Donad Trump, Rodriguez memberikan statement bahwa rakyat Venezuela maupun kawasan sekitarnya lebih berhak mendapatkan dialog yang damai daripada terus berada dalam situasi perang."Rakyat kami dan kawasan kami berhak atas perdamaian dan dialog, bukan perang. Ini selalu menjadi pesan Presiden Nicolás Maduro, dan ini adalah pesan seluruh Venezuela saat ini,” Ucap Rodriguez.
Venezuela berhak atas perdamaian, pembangunan, kedaulatan, dan masa depan,” tambahnya.
Rodriguez, yang juga memgang kendali atas sektor permminyakan, berambisi untuk menciptakan hubungan internasional yang lebih respectfull dengan AS demi menjamin hak rakyat atas kemakmuran dan kedaulatan di masa depan.
"Yang benar-benar berperan (dalam keputusan untuk menangkap Maduro) adalah kenyataan bahwa dia mengirim jutaan orang ke negara kita dari penjara dan dari rumah sakit jiwa, pengedar narkoba, setiap pecandu narkoba di negaranya dikirim ke negara kita," kata Trump, melansir Reuters.
"Kami mengundang pemerintah AS untuk berkolaborasi dengan kami dalam agenda kerja sama yang berorientasi pada pembangunan bersama dalam kerangka hukum internasional guna memperkuat kehidupan bersama yang damai dan berkelanjutan,” kata Rodriguez dalam sebuah pernyataan yang diunggah di platform media sosial Instagram, mengutip dari Anadolu.
Visi international relationship yang balance dan saling respect
Pemerintah sementara Venezuela kini tengah memprioritaskan diplomasi yang lebih sehat untuk meredam ketegangan paca intervensi militer pihak asing.Delcy Rodriguez yang sedang mendapatkan mandat dari pengadilan tertinggi menyatakan bahwa meski situasi sedang tricky, Venezuela tetep membuka pintu diskusi demi terciptanya tatanan kawasan yang lebih kondusif.
Hal ini dilakukan untuk membuktikan bahwa jalur dialog jauh lebih worth it dibandingkan konfrontasi fisik yang merugikan warga sipil.
Counter statemen terhadap klaim security dari Washington
Di sisi lain, narasi yang muncul dari pihak Washington justru lebih fokus pada isu keamanan nasional dan penegakan hukum terkait circle narkotika.Presiden Donald Trump menyebutkan bahwa langkah ekstrem ini diambil karena adanya arus migrasi besar besaran yang dianggap mengancam stabilitas AS, termasuk tuduhan pengiriman individu bermasalah ke wilayahnya.
Namun, pihak Venezuela tetep pada pendiriannya bahwa alasan sebenarnya dibalik ketegangan ini adalah upaya untuk menguasai akses penuh terhadap cadangan minyak raksasa milik mereka.
Ujian berat diplomasi di tengah bayang bayang krisis
Situasi kian memanas setelah Menteri Pertahanan Venezuela, Jenderal Vladimir Padrino menyoroti banyaknya korban jiwa yang jatuh akibat serangan mendadak pasukan khusus tersebut.Selain tentara dan pengawal keamanan, laporan menyebutkan warga sipil hingga puluhan warga negara Kuba ikut menjadi korban dalam insiden yang disebut pihak Venezuela sebagai aksi kekerasan yang kejam.
Saat ini, kepemimpinan Rodriguez diuji untuk tetep menjaga stabilitas internal sembari menghadapi tekanan eksternal yang begitu masif.












