Update Venezueala: Erdogan Bicara Soal Efek Domino Stabilitas Internasional Jangan Ikutan Ambyar!
Reporter: Nur Nadiah Islamiyah
Astakom.com, Turki – Pemerintah Turki secara resmi memberikan respons terkait aksi militer Amerika Serikat yang baru aja terjadi di wilayah Venezuela. Melalui pernyataan resmi, Kementrian luar negeri negara yang dipimpin Recep Tayip Erdogan tersebut meminta agar seluruh aktor yang terlibat tidak gegabah dalam mengambil langkah.
Ia menegaskan bahwa stabilitas di Caracas serta keselamatan warga sipil adalah prioritas utama, sehingga diperlukan sikap tenang guna menghindari efek domino yang bisa merusak keamanan di level internasional maupun regional pasca penangkapan Nicolas Maduro.
Turki mementingkan stabilitas Venezuela dan perdamaian serta kesejahteraan rakyat Venezuela,” menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Turki pada akhir pekan ini, dikupti astakom.com (05/01/2026).
“Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri guna mencegah situasi saat ini menyebabkan konsekuensi buruk bagi keamanan regional dan internasional.” Sambungnya.Turki: Penggulingan kekuasan di Venezueala ilegal!
Pernyataan ini mencuat tak lama setelah operasi ekstraksi Maduro oleh Washington memicu gejolak hebat di berbagai belahan dunia. Dalam sebuah wawancara CNN Turk, Politisi senior Devlet Bahceli yang juga merupakan sekutu dekat dengan Erdogan, melontarkan kritik pedas dengan menyebut bahwa penggulingan kekuasaan tersebut dilakukan secara ilegal oleh Amerika Serikat.Sementara itu, untuk meredakan tensi yang kian high, Presiden Erdogan dikabarkan sudah menjadwalkan pembicaraan via telepon dengan Donald TRump pada Senin 5/1/2026 guna membahas isu krusial global.
Turki tawarkan jadi mediator
Kementrian Luar Negeri Turki menyatakan kesiapanya untuk terjun langsung membantu mencari solusi damai demi mengakhiri krisis di Venezuela. Menurut otoritas Ankara, sangat penting bagi dunia internasional untuk memastikan bahwa kejadian ini tidak berujug pada konsekuensi yang lebih fatal bagi perdamaian dunia.Langkah Turki ini sejalan dengan posisi negara negara besar lainya seperti Rusia dan Tiongkok yang secara terbuka juga menunjukkan sikap kontra terhadap intervensi bersenjata yang dilakukan oleh pihak Gedung Putih.
Tokoh nasionlis Turki ikut komentar
Devlet Bahceli sebagai salah satu tokoh nasionalis paling vocal di Turki memberikan penekanan bahwa tindakan sepihak Amerika Serikat terhadap kedaulatan Venezuela adalah sesuatu yang menyalahi aturan.Ia menilai move yang dilakukan AS bisa memicu preseden buruk bagi hukum internasional di masa depan. Kritik ini menambah daftar panjang ketidaksetujuan dari sekutu sekutu global Maduro yang merasa bahwa cara cara kekerasan hanya akan membuat situasi politik di Amerika semakin messy dan sulit diprediksi.
Erdogan dan Donald Trump akan bertemu
Di tengah situasi yang makin tense, rencana komunikasi langsung antara Presiden Erdogan dan Donald Trump pada hari Senin 5/1/2026 menjadi sorotan utama. Selain membahas nasib Venezuela setelah operasi militer tersebut, kedua pemimpin direncanakan akan bertukar pikiran mengenai penyeesaian ketegangan di zona konflik lainnya.Latar Belakang
Sejarah mencatat bahwa Turki selalu memposisikan diri sebagai mediator dalam berbagai krisis global. Sebelum terjadinya serangan udara AS dan penangkapan Maduro di awal tahun 2026 ini, Turki sudah berulang kali memperingatkan agar intervensi asing tidak masuk terlalu jauh ke urusan domestik Venezuela.Dengan adanya penangkapan ini, posisi Turki kini menjadi sangat krusial dalam menyeimbangkan tensi antara kepentingan sekutu tradisionalnya di NATO AS dengan hubungan bilateralnya yang solid bersama Venezuela. (nAD/ aSP)












