Rehabilitasi Sumatera: Pertokoan hingga Warung Mulai Beroperasi, Perekonomian dan Giat UMKM Aceh Kian Pulih

Editor: AR Purba
Minggu, 4 Januari 2026 | 11:25 WIB
Rehabilitasi Sumatera: Pertokoan hingga Warung Mulai Beroperasi, Perekonomian dan Giat UMKM Aceh Kian Pulih
[astakom/Andi M Ilham]

Reporter: Shintya 
Astakom.com, Aceh Tamiang - Dalam situasi rehabilitasi pascabencana yang sedang dikebut pemerintah, beberapa aktivitas perekonomian Aceh khususnya Tamiang sudah mulai bergeliat.

Trrkini, memasuki awal Tahun 2026 sejak banjir melanda Aceh di Akhir November 2025 lalu, beberapa kawasan pertokoan dan warung pemilik usaha UMKM yang terdampak sudah mulai buka dan beroperasi.

Kini warung dan toko kecil sudah tersentuh oleh bantuan pemerintah yang bergerak cepat mengembalikan keadaan seperti semula, terlebih sektor ekonomi.
Dimana sektor ini yang menopang keberlangsungan pemenuhan kebutuhan masyarakat atau transaksi memenuhi barang dan jasa di situasi terdampak Aceh Tamiang saat ini.
Meskipun saat ini fasilitas belum sepenuhnya pulih, namun beberapa pemilik warung dan toko memutuskan untuk berjualan dengan kondisi seadanya. Meski begitu, penjual tetap memaksimalkan apa yang sudah bisa dilakukan saat ini. Seperti memaksimalkan pelayanan hingga menjajakan barang dagangan yang jadi incaran pembeli.

Aktivitas UMKM mulai bergeliat

Berdasarkan rilis kepada Astakom.com, pada Sabtu (3/1/2026) banjir menyebabkan fasilitas bangunan warung rusak, alat alat untuk berjualan rusak dan terputus juga akses akomodasi, sehingga perekonomian tidak jalan.
Tapi sekarang keadaan berangsur membaik, step by step pedagang membuka warung seadanya. Pemilik warung juga melakukan penyesuaian harga sehingga masih affordable bagi para warga terdampak juga tidak merugikan bagi penjual.
Bangkitnya roda perekonomian Aceh, khususnya Tamiang ini tidak terlepas dari perhatian pemerintah yang terus mensupport wilayah itu.
Sejalan dengan itu, Kemarin, Jumat (2/1/2026) Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah resmi menyalurkan 100 tenda untuk pedagang di Pasar Kuala Simpang kabupaten Aceh Tamiang.

Program Kemendag peduli

Lewat program Kemendag peduli, pasar yang menjadi satu dari 112 pasar rakyat yang terdampak bencana di Provinsi Aceh bisa mulai beroperasi secepatnya.
Diketahui bantuan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan kepada Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, UMKM dan Perindustrian Kabupaten Aceh Tamiang Ibnu Aziz.
Bantuan yang didistribusikan Kemendag ini merupakan hasil penggalangan dana pegawai Kemendag, pelaku usaha dan masyarakat umum.
Pasar terbesar di Tamiang
Dengan kontribusi ini, Pasar Kuala Simpang yang merupakan pusat niaga sekaligus sebagai pasar terbesar di Aceh Tamiang mampu mengakomodir beberpa penjual yang memiliki lapak di situ.
"Penyaluran 100 unit tenda darurat ini merupakan bentuk solidaritas untuk membantu masyarakat Aceh yang terdampak bencana, khususnya di Pasar Kuala Simpang. Semoga bantuan ini dapat membantu mempercepat pemulihan pasar agar aktivitas kembali berjalan," kata Iqbal, Dirjen Kemendag, dikutip pada Sabtu, (3/1/2026).
Semula, Pasar Kuala Simpang menampung sebanyak 295 pedagang, yang terdiri atas 156 pedagang los dan 139 pedagang kios. (Shnty/aSP)
Gen Z Takeaway
UMKM Aceh Tamiang pelan-pelan bounce back. Warung dan toko kecil mulai buka lagi, dibantu support pemerintah dan adaptasi pedagang yang tetap jaga harga dan layanan. Meski belum ideal, aktivitas pasar sudah jalan—sinyal ekonomi lokal mulai hidup lagi.

Aceh Bangkit Aceh Tamiang Berita ekonomi Kemendag pasar kuala simpang Pemulihan Aceh Tamiang Rehabilitasi Sumatera Sumatera Pulih

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB