Optimalisasi Dana BI di Bank Himbara: Switch Ulang Rp75 Triliun Jadi Jurus Purbaya Akselerasi Ekonomi Nasional 2026?

Editor: AR Purba
Sabtu, 3 Januari 2026 | 01:03 WIB
Optimalisasi Dana BI di Bank Himbara: Switch Ulang Rp75 Triliun Jadi Jurus Purbaya Akselerasi Ekonomi Nasional 2026?
Menkeu Optimistis Fondasi Ekonomi Kuat Jadi Perisai Stabilitas Rupiah 10/032026 (Foto: Kemenkeu RI)

Reporter: Shintya 

Astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ngeswitch strategi uang yang ada di bank Himbara buat gas roda perekonomian.

Purbaya bilang kalau pemerintah baru narik Rp75 triliun dari total Rp276 triliun yang sebelumnya disimpen di bank Himbara dari kebijakan pindahan dana Bank BI sebelumnya.

Uang ini bakal dipakai lagi buat belanja negara. Terutama buat dukung program pemerintah pusat dan daerah, jadi uangnya nggak cuma diem di bank. Uang yang ditarik itu balik lagi ke sistem ekonomi.

"Sekarang di bank ada Rp 201 triliun, yang Rp 75 triliun kita tarik (lagi) tapi kita belanjakan lagi. Jadi masuk ke sistem tapi enggak langsung dalam bentuk uang saya di bank, tapi uangnya masuk ke sistem lagi," kata Purbaya dikutip pada, Jumat (2/1/2026).

Uang di bank gak berputar optimal

Sebelumnya, dana SAL (Saldo Anggaran Lebih) itu ditempatin di beberapa bank BUMN dan Bank DKI. Di Bank Mandiri, BRI, BNI masing-masing Rp80T, BTN Rp25T, BSI Rp10T, Bank DKI Rp1T. Tujuan persebaran uang ini tadinya supaya ekonomi bisa bergerak lebih cepat, karena ada dana yang siap berputar di sistem.

Tapi ternyata, rencana itu belum maksimal karena kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia sempat nggak sinkron. Akibatnya, kredit bank cuma naik 7,36% Year on Year (YoY), nggak secepat yang diharapkan.

Gak sinkron antara kebijakan dan bank

“Injeksi uang yang kita taruh di sistem perbankan itu nggak seoptimal yang saya duga sebelumnya. Harusnya ekonomi lari lebih cepat karena ada sedikit ketidaksinkronan kebijakan antara kami dengan bank sentral yang sekarang sudah dibereskan,” katanya.

Sekarang koordinasi sama BI udah diperbaiki, likuiditas di sistem makin longgar, dan pemerintah optimis langkah ini bakal bikin ekonomi lebih hidup. Semua proses udah dipercepat dan dirapikan supaya nggak ada hambatan lagi.

Upaya dorong pertumbuhan ekonomi

“Jadi sekarang bisa ngomong dengan lebih yakin bahwa tahun depan (tumbuh) 6%, walaupun di APBN 5,4% ya, saya akan paksa dorong ke 6%, dan probability itu terjadi semakin terbuka lebar karena kami semakin sinkron dengan bank sentral," ujarnya lagi.

Dengan kondisi baru ini, Purbaya optimis pertumbuhan ekonomi tahun 2026 bisa tembus sampai 6%, lebih tinggi dari asumsi APBN 5,4%.

Problem solved, ekonomi diprediksi tumbuh 6%
Jadi Purbaya yakin target ini bisa tercapai karena pemerintah dan bank sentral udah sejalan dalam kebijakan mereka.

"Sekarang sudah dipercepat dan dirapikan, seharusnya sih ke depan enggak ada masalah. Yang penting kita lihat ke depan seperti apa, dan kita lihat dua minggu terakhir sudah amat baik sekali, seharusnya sih enggak ada halangan lagi,” tambahnya. (Shnty/aSP)

Gen Z Takeaway
Intinya, pemerintah lagi gas belanja biar ekonomi muter lebih cepat duit negara yang tadinya parkir di bank sekarang ditarik buat langsung dipakai. Karena koordinasi sama BI udah lebih rapi, likuiditas makin longgar, dan Menkeu pede ekonomi 2026 bisa tembus 6%, asal belanja negara dipercepat dan kebijakan tetap sinkron.
 

Bank Himbara Bank Indonesia (BI) Berita ekonomi Dana BI Menkeu Pertumbuhan Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB