Boost Ekonomi! Kenenterian Perindustrian: Proyeksi Growth Sekror Manufaktur 2026 Naik 5,51 Persen

Editor: AR Purba
Kamis, 1 Januari 2026 | 04:44 WIB
Boost Ekonomi! Kenenterian Perindustrian: Proyeksi Growth Sekror Manufaktur 2026 Naik 5,51 Persen
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mematok target proyeksi growth industri pengolahan nonmigas (IPNM) atau sektor manufaktur sebesar 5,51 persen pada Tahun 2026 ini.. (Foto: Kemenperin/ astakom)

Reporter: Shintya

Astakom.com, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mematok target proyeksi growth industri pengolahan nonmigas (IPNM) atau sektor manufaktur sebesar 5,51 persen pada Tahun 2026 ini.

Kenaikan target ini menunjukkan optimisme Pemerintahan Presiden Prabowo terhadap sektor manufaktur ke depan.

Menperin Agus menyebut, proyeksi sektor industri di Tahun 2026 potensial berkontribusi IPNM terhadap pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) juga diproyeksikan akan naik. Hal ini menjadi acuan yang besar jika dibandingkan apa yang diberikan IPNM terhadap PDB tahun 2025.

"Dengan rasio IPNM terhadap pertumbuhan PDB sebesar 18,56 persen pada 2026. Sementara kontribusi PNM terhadap PDB nasional sampai kuartal III 2025 itu 17,27 persen," kata Agus dikutip pada penutupsn akhir Tahun (31/12/2025).

Industri logam jadi paling diandalkan

Dorongan pertumbuhan manufaktur bakal datang dari berbagai sektor utama. Industri logam dasar diproyeksikan jadi top performer dengan target tumbuh 14,00 persen.

Disusul industri pengolahan lainnya, seperti jasa reparasi, dan pemasangan mesin 6,45 persen. Industri makanan dan minuman 6,06 persen lalu, kimia, farmasi, dan obat 5,26%. Selanjutnya industri kulit dan alas kaki diproyeksi sumbang kenaikan 5,19 persen.

Sinyal positif tahun 2026 pada sektor lainya

Sektor lain tetap mencatat outlook positif meski tidak terlalu banyak target, seperti industri alat angkutan 2,93 persen dan industri kertas  diproyeksi tumbuh 2,71 persen.

Next, industri karet 1,85 persen, industri tembakau 1,67 persen, dan industri kayu 1,58 persen.

Menurut Menteri Peri dustrian dari Partai Golkar ini, manufaktur masih diplot sebagai tulang punggung utama ekonomi nasional.

"Yang kami inginkan sektor manufaktur ini harus menarik ekonomi. Mudah-mudahan seperti itu, karena trennya sudah terbentuk seperti itu, dua kuartal berturut-turut sektor manufaktur kita tumbuh di atas PDB nasional,"katanya.

Industri manufaktur 80 persen dimanfaatkan dalam negeri
Dari sisi market absorption, sekitar 78,39 persen produk manufaktur masih diserap pasar domestik, sementara ekspor baru menyumbang 21,61 persen.

Tingkat utilisasi industri hingga Oktober 2025 tercatat 61,2 persen, dengan tantangan utama berasal dari tingginya tekanan impor di berbagai sektor.

"Industri manufaktur nasional, hampir 80 persen produknya diserap dalam negeri, hanya 20 persen yang ekspor. Padahal, output manufaktur kita sekitar Rp 8.381 triliun. Negara lain mereka fokus ke ekspor karena pasar mereka nggak sebesar Indonesia," kata Agus. (Shnty/aSP)

Gen Z Takeaway
Target 2026, industri manufaktur nasional naik jadi 5,51% dengan sektor logam, makanan, farmasi, dan lainnya ngebantu growth. Hampir 80% produk diserap domestik, jadi fokusnya boost ekonomi lokal.

Agus Gumiwang Kartasasmita Berita ekonomi Industri Manufaktur Kemenperin Manufaktur Menteri Perindustrian ndustri pengolahan nonmigas (IPNM) Presiden Prabowo

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB