Awal Tahun 2026: 9,8 Juta Ton Kuota Pupuk Subsidi untuk Petani dan Peternak

Editor: AR Purba
Kamis, 1 Januari 2026 | 11:11 WIB
Awal Tahun 2026: 9,8 Juta Ton Kuota Pupuk Subsidi untuk Petani dan Peternak
Petani sedang memberikan pupuk ke sawah yang isinya adalah tanaman padi / foto : IST / Astakom

Reporter: Shintya

Astakom.com, Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Kementerian Pertanian (Kementan) resmi akan salurkan pupuk senilai 9,8 juta ton buat sektor pertanian dan perikanan per tanggal 1 Januari 2026.

Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia, Robby Setiabudi Madjid saat prosesi tandatangan kontrak pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi, di Jakarta kemarin.

Dalam giat MOU itu, Robby mengatakan bahwa pihaknya ready untuk distribusikan pupuk bersubsidi per tanggal 1 Januari 2026.

“Per 1 Januari 2026, pupuk bersubsidi baik untuk sektor pertanian maupun perikanan sudah bisa ditebus oleh petani dan pembudidaya ikan. Dengan syarat mereka sudah terdaftar sebagai penerima pupuk bersubsidi,” ujarnya di bilangan Jakarta, dikutip pada Rabu (31/12/2026).

Stok pupuk subsidi 2026 aman

Menurutnya, stok pupuk sudah disiapkan sesuai safety stock pemerintah dan tersedia di Titik Serah (PPTS) di seluruh Indonesia. Ia menyebutkan petani dan pembudidaya ikan bisa mendapatkan pupuk dengan harga yang affordable.

“Kami juga sudah melakukan tes untuk memastikan kesiapan sistem. Insya Allah pukul 00.00 tanggal 1 Januari 2026 petani maupun pembudidaya ikan yang terdaftar sudah bisa menebus pupuk bersubsidi di PPTS sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi),” kata Robby.

Robby juga berharap semua stakeholder aktif mengawasi penyaluran pupuk. Lewat program ini, Pupuk Indonesia fokus memastikan pupuk bersubsidi sampai ke petani di berbagai daerah, sekaligus ikut ngepush target swasembada pangan nasional.

Proyek ini dilakukan sesuai prinsip 7T: tepat sasaran, jenis, jumlah, harga, waktu, tempat, dan tepat mutu.

Subsidi untuk sektor pertanian

Di sisi lain, Direktur Pupuk Kementan, Jekvy Hendra, menyebut tahun 2026 pemerintah mengalokasikan pagu Rp46,87 triliun untuk pupuk bersubsidi. Jumlah ini dibagi untuk sektor pertanian dan perikanan, total alokasi tetap 9,8 juta ton.

Alokasi untuk sektor pertanian tahun 2026 sama dengan tahun 2025, yaitu 9,55 juta ton. Rinciannya: Urea 4.423.023 ton, NPK 4.471.026 ton, NPK Kakao 81.179 ton, pupuk Organik 558.273 ton, dan ZA 16.449 ton.

Subsidi pupuk untuk sektor perikanan

Pemerintah juga salurkan pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan. Pembudidaya ikan, yang udah 4 tahun nggak masuk skema, kali ini dapet alokasi 295.676 ton: Urea 125.397 ton, SP-36 86.445 ton, dan Organik 83.834 ton.

Jekvy menekankan, pupuk subsidi sektor pertanian cuma bisa ditebus petani yang terdaftar di e-RDKK Kementan. Sedangkan untuk pembudidaya ikan harus terdaftar di e-RPSP KKP. (Shnty/aSP)

Gen Z Takeaway
Mulai 1 Januari 2026, pupuk bersubsidi udah ready buat petani dan pembudidaya ikan yang terdaftar. Pupuk Indonesia siap distribusi 9,8 juta ton sesuai HET, dari Urea, NPK, sampai organik, biar produksi pangan dan ikan lancar. Fokusnya jelas: tepat sasaran, tepat jenis, jumlah, harga, waktu, tempat, dan mutu. So basically semua petani dan pembudidaya ikan bisa dapet pupuk tanpa ribet dan harga affordable.

Distribusi pupuk kementan Kementerian Pertanian Kuota pupuk subsidi Mentan Andi Amran Sulaiman pupuk bersubsidi Pupuk Indonesia Pupuk subsidi Robby Setiabudi Madjid

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB