Tahun 2026 Kementan bakal Stop Impor Beberapa Komoditas: Mau Protect Petani Lokal, Konsisten gak nih!?

Editor: AR Purba
Rabu, 31 Desember 2025 | 20:14 WIB
Tahun 2026 Kementan bakal Stop Impor Beberapa Komoditas: Mau Protect Petani Lokal, Konsisten gak nih!?
Presiden Prabowo melalui Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memberi arahan mulai tahun 2026, Pemerintah akan setop impor berbagai komoditas. Jakarta 31/12/2025 [ ilustrasi: astakom.com]

Reporter: Shintya 

Astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo melalui Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memberi arahan mulai tahun 2026, Pemerintah akan setop impor berbagai komoditas.

Kebijakan ini merupakan bagian dari penetapan neraca komoditas 2026 dari hasil rapat Kemenko Pangan dan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Langkah ini diambil dengan tujuan untuk menjaga produktifitas petani dalam.negeri dan menggenjot produksi dari petani lokal.

"Untuk tahun 2026, pemerintah dalam komando Bapak Presiden Prabowo Subianto, terus berkomitmen menjaga petani dan peternak pangan Indonesia," ungkap Amran dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (31/12/2025).

Pemingkatan serapan produksi petani lokal

Amran menambahkan bahwa hasil produksi petani lokal harus bisa sampai kepada masyarakat.

"Petani dan peternak kita tidak boleh rugi. Mereka harus sejahtera. Hasil kerja keras mereka harus dapat disalurkan ke masyarakat Indonesia," katanya.

Pengusaha harus switch ke beras lokal

Maka dari itu, Amran menegaskan bahwa pengusaha mau tidak mau switch ke beras lokal, demi protect petani dan peternak dalam negeri.

Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat ada 13 pelaku usaha yang mendapat izin impor beras industri. Khusunya untuk bahan baku tepung beras dan bihun.

Berasnya yang digunakan yakni jenis beras pecah dengan keutuhan kurang dari 15% dan beras ketan pecah juga sama kurang dari 15%.

Gula juga akan stop impor!

Tetapi untuk 2026, pemerintah literally stop semua impor beras, baik yang umum, medium, sampai beras pecah buat industri. Jadi para pelaku usaha basically harus mulai optimalkan suplai lokal yang tetep berstandar industri.

Gula konsumsi juga officially no import di tahun 2026 karena stok nasional dinilai aman dan produksi diproyeksikan surplus. Amran menegaskan gula konsumsi dan gula industri itu beda, jadi impor hanya dibuka terbatas, seperti khusus industri.

"(Gula) Konsumsi kita enggak ada impor. Jadi untuk konsumsi kita tidak ada impor," tegasnya.

Diketahui, kebutuhan gula konsumsi setahun 2,836 juta ton. Sedangkan produksi gula konsumsi setahun diestimasikan mencapai 2,7 juta ton sampai 3 juta ton. Angka itu menunjukkan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Stop impor jagung dan olahannya
Terakhir, jagung pakan, benih, dan rumah tangga juga dipastikan zero import di 2026. Pada 2026 diproyeksikan produksi jagung sebesar 18 juta ton.

Kebutuhan setahun jagung berkisar di 17,055 juta ton, sehingga ketersediaan jagung secara nasional masih sangat mencukupi meskipun tidak ada importasi pada 2026. (Shnty/aSP)

Gen Z Takeaway
Basically, mulai 2026 semua impor beras, gula konsumsi, dan jagung stop. Pengusaha harus switch ke lokal, stok aman, dan petani literally jadi pusat perhatian!
 

Badan Pangan Nasional Batasan impor impor beras Impor Gula Impor komoditi Kuota impor Mentan Andi Amran Sulaiman Stop Impor Stop Impor Beras

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB