Sambut Tahun Baru 2026: Hotel- Hoter Full, 10 Juta Orang Healing! Kereta Api Jadi Moda Terfavorit
Reporter: Shintya
Astakom.com, Jakarta - Menjelang detik-detik pergantian tahun baru 2026 mobilitas masyarakat naik signifikan.
Lebih dari 10 juta orang tercatat healing naik angkutan umum dan ini menunjukkan demand perjalanan akhir tahun masih super strong.
Angka ini menunjukkan kenaikan 4,85 persen dibanding periode sama pada tahun lalu.Rabu (30/12/2025) Dilansir dari Data Posko Pusat Angkutan Nataru Kemenhub, periode 18–26 Desember 2025 mencatat ada 10,1 juta pengguna angkutan umum.
Kenaikan jumlah pemudik dan himbauan Pemerintah
Tahun lalu, jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi umum berada di angka 9,6 juta orang.Melihat antusiasme masyarakat yang cukup tinggi, pemerintah tetap menghimbau agar masyarakat aware dengan kondisi cuaca ekstrem di momen tahun baru.
”Sepuluh juta orang telah melakukan perjalanan dengan angkutan umum selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Ernita Titis Dewi, dikutip pada Selasa (30/12/2025).
Penumpang kereta mendominasi libur tahun baru
Dari sisi moda transportasi, kereta masih jadi favorite pemudik. Penumpang kereta mencapai 3,5 juta orang. Selanjutnya, moda transportasi angkutan udara mencapai 2,4 juta penumpang.Moda penyeberangan 1,7 juta, penumpang menggunakan bus 1,5 juta, dan angkutan laut 880.304 orang.
PT KAI mencatat penjualan tiket periode 18 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026 tembus 3,2 juta tiket, atau sekitar 93 persen dari total kapasitas 3,5 juta kursi. Tiket KA jarak jauh bahkan nyaris full dengan okupansi 99,4 persen.
Pengguna pesawat turun dibanding tahun lalu
Angka ini naik signifikan dibanding tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 81 persen atau sekitar 2,7 juta tiket. Program pemerintah yang menggemborkan diskon tarif saat libur nataru terbukti effective. Dengan diskon yang ditawarkan sebanyak 30 persen, berhasil mendongkrak penjualan 1,14 juta tiket atau 76 persen dari kuota.Lain halnya dengan kereta api, peminat pesawat justru turun. Hingga H-7 Natal, tercatat ada 2.522.361 penumpang atau turun 10 persen dari 2.794.175 penumpang di tahun lalu.
Tiket pesawat domestik dan internasional gak dilirik
Penurunan paling terasa dari peminat tiket perjalanan domestik. Penumpang pesawat perjalanan dalam negeri turun 11 persen menjadi 1.966.097 orang. Sedangkan penumpang internasional turun 6 persen atau setara dengan 556.264 orang.Puncak pergerakan penumpang udara terjadi pada H-3 Natal (23 Desember 2025) dengan 300.748 penumpang, sedikit bergeser dibanding tahun sebelumnya yang sudah dimulai di H-4 Natal.
KAI jarak jauh hampir sold-out, hotel- hotel kawasan wisata Full
PT KAI Daop (Daerah Operasi 1) mencatat bahwa puncak perjalanan terjadi saat Hari Natal dengan tingkat okupansi mencapai 96 persen.“Hingga Kamis, 25 Desember 2025, tingkat okupansi mencapai 96 persen,” ujar Franoto Wibowo, Humas Daop 1 Jakarta, dalam keterangan tertulisnya, dikutip pada Selasa (30/12/2025).
Tak kalah, KAI Daop 2 Bandung mencatat okupansi bahkan menembus 104,7 persen. Tiket terjual sebanyak 300.813 slot dari kapasitas statis 287.316 kursi.
"Tingginya tingkat okupansi ini mencerminkan optimalisasi operasional perjalanan KA, termasuk melalui pola dinamis naik turun penumpang di berbagai stasiun," kata Kuswardojo, Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo di Bandung dikutip pada Selasa (30/12/2025).
Di sektor pariwisata, okupansi hotel di Bandung Barat naik 10 sampapi 40 persen. Sejumlah penginapan di Lembang bahkan mencapai full occupancy saat Natal dan berpeluang 100 persen di malam tahun baru. (Shnty/aSP)









