Reporter: Shintya
Astakom.com, Jakarta – Diinformasikam pada jelang penutupan Tahun 2025 ini, ada capaian positif dalam bisnis action PT Pertamina Internasional EP (PIEP).
Melalui perwakilan operator Internasional anak usaha atau Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream, berhasil membawa pulang 1 juta barel minyak mentah dari Port Arzew, Oran, Aljazair.
Mengutip rilis resmi Pertamina yang diterima redaksi astakom.com, sore (30/12/2025).
Pengapalan (lifting) ini merupakan produksi pertama setelah perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) Blok 405A dalam masa kemitraan Pertamina dengan otoritas minyak setemat.
Hal ini juga menjadi sinyal penting yang memastikan keberlanjutan operasional Pertamina di Aljazair selama 25 tahun ke depan.
Diplomasi dan negosiasi pembelian
Selaras dengan yang disampaikan oleh Komisaris Utama PIEP, Dharmawan H Samsu. Menurutnya capaian ini merupakan hasil dari proses diplomasi dan negosiasi yang panjang.
“Pengapalan kargo pertama sebesar 1 juta barel ke Indonesia ini menegaskan nilai strategis perpanjangan Blok 405A untuk 25 tahun ke depan”
Pihak Pertamina menyampaikan, hasil tersebut merupakan pencapaian besar setelah melalui proses negosiasi kontrak yang intens,” jelasnya.
Bring the barrel home
Capaian ini sekaligus menjadi wujud nyata semangat “Bring the Barrel Home” dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menambahkan, pengapalan minyak mentah dari lapangan internasional ini membuktikan komitmen Pertamina dalam mencapai target kenaikan produksi migas untuk Indonesia.
“Brings barrel home, yakni membawa hasil lifting migas dari lapangan luar negeri, merupakan salah satu upaya Pertamina untuk mencapai ketahanan energi,” jelasnya dalam rilis.
Kemitraan sudah lebih dari 25 tahun
Kerja sama ini dimulai pada periode 2002–2003 melalui kontrak tahunan. Berlanjut dengan fleksibilitas transaksi spot pada 2006–2013. Hingga memasuki fase ekspansi signifikan sejak 2014 melalui akuisisi hak pengelolaan Menzel Lejmat (MLN).
Hal ini membuktikan relasi bisnis antara Sonatrach dan Pertamina sudah terjalin lebih dari satu dekade. Hubungan ini juga menunjukkan partnership strategis yang solid, sustainable, dan berbasis value creation bersama.
Menjelang pelaksanaan lifting, kedua perusahaan telah menandatangani Lifting Service Contract di Kantor Pusat Sonatrach, pada Senin (22/12/2025).
Upaya untuk ketahanan energi nasional
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Algeria EP (PAEP), Jon Erwin, dan Mayouf Belgacem, VP Commercialization Sonatrach. Acara itu juga disaksikan langsung oleh President & CEO Sonatrach Noureddine Daoudi, Duta Besar RI untuk Aljazair Chalief Akbar, serta Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha.
Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha menegaskan bahwa capaian ini menjadi titik penting dalam memperkuat positioning Pertamina sebagai pemain migas internasional.
“Kami menjalankan amanah untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui praktik operasional yang unggul dan berkelanjutan di Aljazair,” kata Syamsu Yudha.(shnty/aSP)
Gen Z Takeaway
Pertamina bawa minyak mentah perdana 1 juta barel dari Aljazair ke Indonesia—big move buat ketahanan energi nasional, ngurangin impor, dan nge-boost posisi Pertamina di panggung migas internasional.

