Terus Dikebut: Pembangunan Jembatan Armco di Sumbar dan Sumut sudah 95%
astakom.com, Jakarta — Pembangunan jembatan armco di beberapa titik strategis di Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut) terus dikebut.
Hal ini terus dilakukan untuk percepat rehabilitasi pascabencana Sumatera, sekaligus memulihkan konektivitas dan memperlancar distribusi logistik di wilayah Sumatera.
Berdasarkan rilis yang diterima redaksi astakom.com, pada Selasa (30/12/2025), dilaporkan sejumlah anggota TNI tengah mengangkut dan memasang material jembatan. Alat berat juga tampak bekerja memadatkan tanah.
Sejumlah jembatan armco yang dibangun di Sumbar meliputi:
- Jembatan Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam;
- Jembatan Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam;
- Jembatan Salimpauang, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam;
- Jembatan Kampuang Jambu, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam;
- Jembatan Kampung 2 Mahakarya, Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisir, Kabupaten Pasaman Barat.
Di Sumut, pembangunan jembatan armco juga dilakukan di Desa Sei Litur, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat. Progres pekerjaan pembangunan jembatan armco sudah mencapai 95 persen.
Berdasarkan dokumentasi itu, percepatan pekerjaan difokuskan pada penyelesaian struktur utama dan penguatan bentang jembatan agar segera dapat melayani lalu lintas lokal.
Distribusi material pembangunan terus dilakukan
Untuk memastikan ketersediaan material, pengiriman material juga terus dilakukan. Tim melaksanakan bongkar muat tiga set jembatan armco di Pelabuhan Belawan, Sumut. Material didatangkan menggunakan Kapal ADRI XLII.
Material tersebut selanjutnya didistribusikan ke lokasi-lokasi pembangunan sehingga proses konstruksi tidak terhambat oleh keterbatasan pasokan.
Progres pembangunan jembatan armco
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan jembatan armco dan jembatan gantung dibangun untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah terdampak bencana.
“(Pembangunan jembatan) armco bertambah, sekarang ada 47 titik. Enam selesai, tiga pemasangan, dan lainnya masih proses pengiriman. Sekarang ada lagi yang minta jembatan gantung, paling tidak dua motor berboncengan sudah lumayan untuk bawa logistik,” kata Maruli dikutip , Senin (29/12).
KSAD menekankan, percepatan pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh TNI AD bersama kementerian, BNPB, dan instansi terkait lainnya dalam penanganan bencana.











