Diskon Tarif Toll Nataru 20% Itu Nyata! Tapi Nggak Auto Aktif: Jangan Sampai Salah Timing
Reporter: Dhea
Astakom.com, Jakarta - Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sering di identikan dengan satu hal yaitu jalan tol yang rame dan padet. Pembahasan kata 'diskon tarif tol' cukup rame kayak padetnya jalan tol; dibahas netizen sosmed.
Ada yang antusias, sekaligus salah paham dalam merespon diskon tarif tol dari operator. Banyak yang 'ngira diskon berlaku terus selama liburan, padahal faktanya nggak sesimpel itu.
Diskon ada, tapi mainnya pakai jadwal
Jasa Marga memastikan diskon tarif tol sebesar 20 persen memang diberlakukan selama periode Nataru. Tapi perlu dicatat, diskon ini nggak aktif setiap hari.
Potongan tarif hanya berlaku di tanggal-tanggal tertentu yang disesuaikan dengan momen puncak arus mudik dan arus balik liburan Nataru 2025.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan kebijakan tersebut sudah mulai diterapkan di sejumlah ruas utama.
“Mulai hari ini, Jasa Marga memberlakukan diskon tarif tol sebesar 20 persen di beberapa ruas strategis. Harapannya, kebijakan ini bisa membantu mengurangi kepadatan di puncak arus sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi pengguna jalan,” ujar Rivan dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi astakom.com sore kemarin Senin (29/12/2025).
Semua golongan bisa dapat
Diskon 20 persen ini berlaku untuk semua golongan kendaraan, selama perjalanan dilakukan secara menerus dan menggunakan kartu tol elektronik.
Untuk wilayah Trans Jawa dan Trans Sumatra, diskon hanya berlaku selama tiga hari, yaitu 22, 23, dan 31 Desember 2025.
Ruas tol yang kebagian diskon pun cukup banyak, mulai dari Jakarta–Cikampek, Tol Layang MBZ, Palimanan–Kanci, Batang–Semarang, Tol Semarang Seksi A, B, dan C, hingga ruas Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa (Belmera) serta Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT).
Ada juga pengecualian yang bikin lumayan lega. Untuk Jalan Tol Manado–Bitung di Sulawesi, diskon 20 persen berlaku lebih panjang, yakni 20 hari penuh, mulai 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026.
Bukan cuma soal murah, tapi biar nggak numpuk
Menurut Rivan, kebijakan diskon ini juga sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan Jasa Marga.
Fokusnya ada di aspek sosial, yaitu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pergerakan ekonomi selama libur panjang.
Data di lapangan menunjukkan arus kendaraan memang mulai naik signifikan. Hingga H-4 Natal atau 21 Desember 2025, tercatat 666.993 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek. Angka ini naik 8,1 persen dibanding lalu lintas normal yang berada di kisaran 617 ribu kendaraan.
Mayoritas kendaraan bergerak ke arah Timur menuju Trans Jawa dan Bandung sebesar 45,8 persen, disusul arah Barat ke Merak 30,3 persen, serta arah Selatan menuju Puncak 23,9 persen. Lonjakan paling terasa terjadi di Gerbang Tol Cikampek Utama ke arah Trans Jawa yang naik hingga 23,3 persen, sementara di Gerbang Tol Kalihurip Utama arah Bandung meningkat 12,1 persen.(deA/ aSP)










