Pemerintah Target Putaran Uang Rp120 Triliun di Libur Nataru 2025-2026: Bakal Terealisasi Gak nih? Cek Indikatornya Disini!
Reporter: Shintya
Astakom.com, Jakarta - Libur Nataru menjadi salah satu momentum yang bisa diandalkan untuk mendongkrak roda perekonomian di kuartal IV (kuartal akhir tahun Dedember 2025).
Ragam trobosan dilakukan guna menjaga target putaran uang tadi. Selama masa cuti bersama akhir tahun, pemerintah memberikan berbagai stimulus yang menarik.Agar momentum aktifitas ekonomi terus terjaga, Pemerintah menargetkan perputaran uang yang bergerak selama liburan aktifitas-mobilitas Nataru 2025-2026 kali ini menembus Rp120 triliun.
Stimulus tersebut seperti diskon tarif tol sebesar 10-20% di ruas Jabodetabek, trans jawa, Non jawa dan trans Sumatera.
Kemudian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan diskon sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi.
Diskon berbagai moda transportasi umum
PELNI menyediakan potongan sekitar 20 persen untuk tiket kapal laut, PT ASDP memberikan keringanan tarif jasa kepelabuhanan rata-rata potongan sekitar 19 persen pada lintasan-lintasan prioritas.Sedangkan angkutan udara PPN ditanggung Pemerintah (DTP) dan berbagai maskapai penerbangan menerapkan penurunan tarif angkutan udara rata-rata 13 – 14 persen khusus tiket kelas ekonomi.
Indikator dari lonjakan penumpang Whoosh
Sinyal perputaran uang ini bisa dilihat dari lonjakan penumpang kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh. Sejak 19 Desember, Whoosh mencatat jumlah penumpang mencapai 22.500 setiap harinya.Angka ini menunjukkan jumlah penumpang meningkat 25% dibandingkan tahun sebelumnya, selama periode nataru.
Eva Chairunisa, selaku General Manager Corporate Secretary Kcic menyebutkan jumlah armada yang diberangkatkan juga meningkat seiring dengan lonjakan permintaan penumpang.
"Sebagai contoh untuk perjalanan KA tahun ini ada 62 per hari sementara tahun lalu hanya 48 perjalanan per hari," kata Eva, kepada media dikutip pada Minggu (28/12/2025).
Harga komoditas, dalam pantauan pemerintah
Untuk menjaga daya beli masyarakat di momen ini, pemerintah terus memantau laju harga pangan. Seperti yang baru saja dilakukan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah.Menurut Khofifah, meningkatnya konsumsi masyarakat saat Natal dan Tahun Baru berpotensi memicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Sehingga diperlukan campur tangan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Sekarang Nataru, sebentar lagi masuk Ramadhan dan Idul Fitri. Pasti ada lonjakan konsumsi rumah tangga. Kami hadir di titik-titik yang kami harap akan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Khofifah saat menggelar pasar murah di Surabaya pada Sabtu, (27/12/2025). (Shnty/aSP)









