BackUp Perekonomian di Wilayah Terdampak: Pemerintah Kebut 100% Rehabilitasi Pasar Terkena Banjir di Sumatera!
Reporter: Shintya
astakom.com, Jakarta - Saat ini Sumatera sudah memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi pasca dilanda banjir bandang beberapa waktu lalu. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, sedang ngepush wilayah terdampak agar roda perekonomiannya bisa segera pulih 100%.
Menurutnya, pemerintah saat ini sedang bekerja dengan cepat agar seluruh pasar yang terdampak dapat segera beroperasi 100 persen.Agar aktiftas pekonomian daerah terdampak kembali berdenyut, salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah mempercepat berfungsinya pasar tradisional. Wadah jual beli komoditas ini merupakan urat nadi ekonomi kerakyatan di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatera Barat .
Di Aceh pasar yang sudah beroperasi ada 16%
Di Aceh sendiri, rehabilitasi sudah berjalan 16 persen, atau setara dengan dengan 18 pasar yang beroperasi dari 112."Kami bergerak cepat melakukan pemulihan. Di Aceh, dari 112 pasar tradisional yang terdampak, saat ini 18 pasar sudah beroperasi sepenuhnya," ujar Pratikno dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/12).
Rehabilitasi pasar di Sumut hampir 100% beroperasi
Ia menambahkan bahwa proses rehabilitasi pasar lainnya di Aceh terus dipantau agar rantai pasok kebutuhan pokok kembali stabil.Sementara itu, progres rehabilitasi yang signifikan terlihat di Sumatra Utara. Dari total 47 pasar yang terdampak, sebanyak 46 pasar telah kembali melayani pedagang dan pembeli.
"Hanya tersisa satu pasar di Sumut yang saat ini sedang dalam proses percepatan perbaikan fisik," jelasnya.
Pasar di Sumbar hampir pulih semua
Di Sumatra Barat, terdapat empat pasar yang terdampak. Namun tiga pasar utama telah mulai beroperasi kembali. Hingga saat ini tersisa satu pasar yang sedang digenjot untuk pulih dan segera beroperasi.Menurut Pratikno upaya lintas kementerian yang bersinergi, memacu roda perekonomian di Sumatra segera pulih. Percepatan ini diharapkan mampu menekan inflasi daerah dan mengembalikan daya beli masyarakat di wilayah terdampak. (Shnty/ aSP)









