Plot Twist Karir Vince Zampella: Sempat Rivalitas Tinggi dengan EA, Perusahaan yang Kemudian Ia Pimpin
Reporter: Shintya
Astakom.com, Jakarta - Leader Electronic Arts (EA), Vince Zampella dalam kariernya sebagai kreator game memiliki plot twist yang unik.
Dalam sebuah keterangan di video Youtube gamers, Vince Zampella bicara blak-blakan soal sejarah lahirnya Call of Duty, hingga pernah menjadi rival bagi perusahaannya yang sekarang.
Zampella menganggap EA kurang kompeten mengelola tim dan kreator, akhirnya seri FPS EA, Medal of Honor tidak lagi dalam genggamannya.Vince Zampella dulu bekerja di EA, saat itu ia mendapatkan tanggung jawab untuk mengerjakan game Medal of Honor. Pada masanya, game itu cukup sukses, namun ia mengalami konflik internal dengan EA.
Zampella dan Jason West akhirnya hengkang dari EA, ia dan timnya mendirikan Infinity Ward pada 2002. Berkat kecakapan Zampella, publisher Activision melihat peluang dan merekrut mereka untuk membuat game FPS baru.
Infinity Ward jadi rival Electronic Arts
Activision berencana untuk menciptakan saingan Medal of Honor. Dari situlah tercipta Call of Duty. Game ini langsung jadi game changer dan pelan-pelan mengalahkan MoH sampai akhirnya jadi raja FPS bertahun-tahun.Jadi secara ironis, keputusan EA yang membuat Zampella pergi justru melahirkan kompetitor terbesarnya sendiri.
Akuisisi Respawn Entertainment
Setelah merasa stuck dengan perusahaan yang didirikannya, Zampella dan Jason memutuskan untuk keluar. Pada 2010, Zampella dkk mendirikan Respawn Entertainment.Hasil dari brainstormingnya di Respawn Entertainment menghasilkan karya revolutioner. Yakni Titanfall (movement FPS revolutioner) dan Apex Legends (FPS battle royale berbasis skill).
Dua produk unggulan Respawn membuat EA melirik Zampella. Dengan kesepakatan dan perombakan besar yang telah dilakukan EA, akhirnya perusahaan raksasa itu berhasil mengakuisisi Respawan.
Plot twist Zampella kembali ke EA dan Memimpinya!
Fast forward, sekarang plot twistnya Zampella kembali lagi ke perusahaan lamanya, EA. Sekarang ia pegang kendali besar atas Battlefield, franchise shooter utama EA.Basically, orang yang dulu bikin EA memiliki rival lewat Call of Duty, sekarang justru dipercaya untuk membuat Battlefield comeback stronger. (Shnty/aSP)










