Trade Talk Go Smoothly, Ekspor Komiditi RI Dapat Special Pass dari Amerika Serikat

Editor: Azmi Sulthon
Selasa, 23 Desember 2025 | 16:03 WIB
Trade Talk Go Smoothly, Ekspor Komiditi RI Dapat Special Pass dari Amerika Serikat
Menteri Koordinator bidang Ekonomi: Ekspor Komiditi RI Dapat Special Pass dari Amerika Serikat [Foto: Kemenko Perekonomian RI]

Reporter: Shintya

Astakom.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kabar positif dari hasil perundingan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang digelar hari ini, Selasa (23/12/2025) di Washington DC, Amerika Serikat. Hasilnya dari perundingan itu menyatakan bahwa Indonesia dapat pengecualian tarif resiprokal di beberpa sektor unggulan.

Perundingan tarif dagang antara antara Airlangga dan Ambassador United States Trade Representative (USTR), Jamieson Greer, di Wshington DC, sangat krusial, karena menguntungkan posisi ekspor Indonesia.

Menko Airlangga mengklaim, buah dari perundingan tersebut menghasilkan pengecualian tarif resiprokal untuk sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia.

Artinya, produk-produk tertentu tidak kena tarif balasan (tarif yang ditetapkan secara fair) yang sebelumnya jadi concern besar.

Kakao dan minyak kelapa sawit dapat pengecualian tarif resiprokal

Dari diskusi tersebut, terdapat dua komoditas utama Indonesia yang akhirnya dapat green light. Komoditas yang dipastikan mendapatkan pengecualian tarif resiprokal adalah kakao dan minyak kelapa sawit. Pasalnya, dua sektor ini memang jadi backbone ekspor Indonesia ke pasar global.

Keterangan ini disampaikan Airlangga Hartarto dalam konferensi pers dari Washington DC, yang tayang live di kanal Youtube resmi PerekonomianRI.

"Indonesia juga mendapatkan pengecualian minyak kelapa sawit, kakao, dan lain-lain," tegas Airlangga Hartarto, dalam siaran livenya, Selasa (23/12/2025).

Diketahui, tarif dagang resiprokal disepakati berada di angka 19 persen. Angka ini turun cukup signifikan dari rencana awal yang sebelumnya mencapai 32 persen.

Deadline penandatanganan dokumen resmi tarif dagang

Menurut Airlangga, perundingan hari ini tidak cuma berhenti di kesepakatan lisan. Kedua negara juga sudah ngelock-in tenggat waktu penandatanganan dokumen resmi kesepakatan tarif dagang.

Dokumen perjanjian tersebut ditargetkan rampung dan ditandatangani pada akhir Januari 2026. Ini jadi sinyal kalau proses negosiasi sudah masuk fase finalizing deal.

Ditandatangani Donald Trump dan Prabowo
Dokumen kesepakatan itu rencananya bakal ditandatangani langsung oleh dua kepala negara. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang dijadwalkan untuk bisa bertemu meresmikan hasil kesepakatan ini.

"Saat ini pihak AS mengatur waktu yang tepat untuk pertemuan kedua pemimpin," tegas Airlangga.

Secara garis besar, hasil perundingan ini dinilai sebagai strategic win buat Indonesia. Selain memperkuat posisi ekspor nasional, kesepakatan ini juga menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia masih on the track dan relevan di tengah dinamika global. (Shnty/aSP)

Gen Z Takeaway
Trade talks RI–AS berjalan smooth dan hasilnya Indonesia dapat tariff relief untuk sawit dan kakao. Ini bukti negosiasi yang tepat bisa jadi win tanpa drama perang tarif. Tinggal dijaga konsistensinya biar posisi Indonesia di global trade makin kuat.

Airlangga Hartarto Kemenko Perekonomian Perang Dagang Perang Tarif Tarif AS

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB