Kementerian UMKM Lagi Susun Formula Antara Pelaku Usaha Thrifting dengan Kebijakan Pemerintah
Reporter: Shintya
Astakom.com, Jakarta - Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza sedang fokus menyusun formula yang paling make sense untuk jadi jalan tengah antara kebijakan pemerintah dan pedagang thrifting. Salah satunya seperti yang sedang dialami oleh pedagang di Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Untuk mengatasinya, pemerintah tidak akan gegabah dan asal ambil langkah tanpa memikirkan dampaknya ke pelaku usaha.
Kementerian UMKM ngeklaim sudah beberapa kali duduk bareng dan diskusi langsung dengan para penjual baju bekas di Pasar Senen. Jadi prosesnya bukan tiba-tiba, tapi lewat komunikasi yang cukup intens.
Cut-off baju thrifting sekaligus cari solusi untuk pedagang
Seperti yang diketahui, pemerintah sekarang lagi push hard memberantas peredaran baju bekas impor. Berbarengan dengan hal itu, pemerintah mengarahkan pasar dan target market ke produk-produk UMKM lokal sebagai alternatif yang lebih sehat untuk pergerakan ekonomi nasional.“Kami lagi mencari formulanya seperti apa yang cocok. Yang pasti kemitraan itu adalah sesuatu yang bisa diterima oleh kedua belah pihak (pemerintah dan pedagang),” ungkap Wamen Helvi dilansir dari Bloomberg, Selasa (22/12/2025).
Menurut Wamen UMKM, setiap kebijakan yang keluar merupakan buah dari pemikiran dan keputusan yang panjang. Karena pedangang UMKM merupakan bagian penting dari economic ecosystem.
Adaptasi ke produk lokal
Jadi tidak mungkin pemerintah membuat aturan yang endingnya malah menjatuhkan UMKM.“Ini bukan masalah setuju dan tidak setuju (diberantas). Semua pihak harus mendukung ini. Kami yakini pemerintah itu mengeluarkan (kebijakan) ini untuk melindungi produksi dalam negeri. Pemakaian produk lokal sekaligus juga menjamin kenyamanan UMKM,” sebutnya.
Ia juga mengatakan kalau para deputi sering meet up dengan pedagang thrifting untuk mendengarkan langsung aspirasi mereka. Berdasarkan hasil dialog itu kebanyakan bukan soal nolak kebijakan, tapi lebih ke concern soal keberlanjutan usaha mereka ke depan.
Upaya pemerintah tumbuhkan produk lokal
"Deputi kami banyak bertemu dengan teman-teman (penjual baju bekas), lalu minta aspirasi mereka. Kami melihat mereka bukan masalah setuju tidak setuju, 'kalau kami dilarang seperti itu usaha kami seperti apa, solusinya seperti apa, itu doang'," tambahnya.Helvi menilai, kunci dari solusi kebijakan ini ada di cara komunikasi yang tepat dan approach yang tepat, tidak defensif saat bertemu langsung dengan para pelaku usaha baju bekas.
“Jadi sebetulnya ini adalah bagaimana berkomunikasi, kemudian dari komunikasi itu lahirlah solusi yang menguntungkan. Yang pasti tujuan pemerintah itu tidak akan menganiaya UMKM, hanya menginginkan bagaimana perekonomian lokal tumbuh,” jelasnya.









