Deal! AS Bebasin Tarif Sawit dkk, Tapi Ngarep Indonesia Buka Akses Mineral Kritis

Editor: AR Purba
Selasa, 23 Desember 2025 | 19:12 WIB
Deal! AS Bebasin Tarif Sawit dkk, Tapi Ngarep Indonesia Buka Akses Mineral Kritis
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara Sosialisasi dan Masukan dari Asosiasi Pelaku Usaha mengenai Kebijakan Tarif Resiprokal Amerika Serikat yang digelar pada Senin (7/4). [astakom/Ekon]

Reporter: Shintya

Astakom.com, Jakarta - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kabar positif dari lanjutan perundingan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang reach agreement. Indonesia mendapatkan pembebasan tarif resiprokal ekspor di beberapa komoditas sedangkan AS berharap Indonesia dapat membukakan akses mineral kritis untuk Amerika.

Airlangga mengatakan, hasil negosiasi ini jadi win-win solution karena kedua negara sama-sama dapat benefit strategis.

Untuk Indonesia, tercapai kesepakatan yang menguntungkan yakni, beberapa komoditas unggulan mendapatkan tarif exemption atau bebas tarif resiprokal.

Komoditas tersebut meliputi kelapa sawit, kopi atau kakao, hingga teh yang selama ini jadi tulang punggung ekspor nasional.

Amerika Serikat ngarep Indonesia buka akses mineral kritik

"AS memberikan pengecualian tarif untuk produk unggulan kita, seperti sawit, kopi, teh, sedangkan AS mengharapkan dapat akses ke critical mineral," ungkap Airlangga dalam konferensi pers secara langsung dari Washington, disiarkan live di kanal Youtube resmi PerekonomianRI, Selasa (23/12/2025).

Feedbacknya, Amerika Serikat mengharapkan pembukaan akses terhadap critical minerals yang dimiliki Indonesia.

Diantara yang termasuk miniral kritis adalah, bahan material mentah yang mengandung unsur-unsur energi. Semisal litium, kobalt, grafit, alumunium dan sejenisnya. Biasanya fungsi critical minerals tadu adalah untuk menggerakan teknologi pada fungsi- funsgi tertentu.

Semisal Mobil listrik dan semikonduktor. Fungsi critical minerals lainya bisa juga menjadi unsur tambahan dalam beberapa instrumen atau senjata militer

Komitmen Indonesia atasi berbagai hambatan tarif dagang

Airlangga menanggapi hal ini dengan mengatakan bahwa Indonesia akan berkomitmen untuk membuka akses pasar bagi Amerika Serikat. Hal ini dilakukan untuk mengatasi isu-isu hambatan non-tarif yang menghambat kerjasama antar kedua negara.

"Kita terus mendorong komitmen Indonesia ini melalui de-regulasi yang terus dijalankan oleh pemerintah. Salah satunya kita telah membentuk Satgas Debottlenecking yang secara khusus digunakan untuk menyelesaikan semua hambatan yang dialami oleh dunia usaha di indonesia," kata Airlangga, melaporkan. 

Tunggu diteken Prabowo dan Trump
Airlangga menegaskan, pembahasan lanjutan bersama Ambassador USTR Jamieson Greer berlangsung smooth dan konstruktif. Ia juga mengatakan sudah memberikan deadline untuk meresmikan keputusan ini.

Hasil pembahasan ini akan segera legal secara resmi saat kedua kepala negara menandatangani hasil perundingan tarif dagang ini.

"Sehingga akhir Januari bisa dilakukan penandatanganan dokumen oleh Presiden Prabowo dan Presiden Trump dengan demikian membuka akses pasar kedua negara," paparnya.

Gen Z Takeaway
Indonesia–AS akhirnya deal soal tarif dagang. Ekspor unggulan RI seperti sawit, kopi, kakao, dan teh dapat bebas tarif, sementara AS berharap akses ke mineral kritis Indonesia. Airlangga menyebut ini win-win solution, didukung deregulasi lewat Satgas Debottlenecking, dan ditargetkan resmi diteken Presiden Prabowo dan Presiden Trump akhir Januari.
 

Airlangga Hartato ekonomi bisnis Menko Perekonomian Perang Dagang Perang Tarif Presiden Prabowo Tarif AS Tarif resiprokal Tarif Timbal Balik

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB