Deal! AS Bebasin Tarif Sawit dkk, Tapi Ngarep Indonesia Buka Akses Mineral Kritis
Reporter: Shintya
Astakom.com, Jakarta - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kabar positif dari lanjutan perundingan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang reach agreement. Indonesia mendapatkan pembebasan tarif resiprokal ekspor di beberapa komoditas sedangkan AS berharap Indonesia dapat membukakan akses mineral kritis untuk Amerika.
Komoditas tersebut meliputi kelapa sawit, kopi atau kakao, hingga teh yang selama ini jadi tulang punggung ekspor nasional.Airlangga mengatakan, hasil negosiasi ini jadi win-win solution karena kedua negara sama-sama dapat benefit strategis.
Untuk Indonesia, tercapai kesepakatan yang menguntungkan yakni, beberapa komoditas unggulan mendapatkan tarif exemption atau bebas tarif resiprokal.
Amerika Serikat ngarep Indonesia buka akses mineral kritik
"AS memberikan pengecualian tarif untuk produk unggulan kita, seperti sawit, kopi, teh, sedangkan AS mengharapkan dapat akses ke critical mineral," ungkap Airlangga dalam konferensi pers secara langsung dari Washington, disiarkan live di kanal Youtube resmi PerekonomianRI, Selasa (23/12/2025).Feedbacknya, Amerika Serikat mengharapkan pembukaan akses terhadap critical minerals yang dimiliki Indonesia.
Diantara yang termasuk miniral kritis adalah, bahan material mentah yang mengandung unsur-unsur energi. Semisal litium, kobalt, grafit, alumunium dan sejenisnya. Biasanya fungsi critical minerals tadu adalah untuk menggerakan teknologi pada fungsi- funsgi tertentu.
Semisal Mobil listrik dan semikonduktor. Fungsi critical minerals lainya bisa juga menjadi unsur tambahan dalam beberapa instrumen atau senjata militer
Komitmen Indonesia atasi berbagai hambatan tarif dagang
Airlangga menanggapi hal ini dengan mengatakan bahwa Indonesia akan berkomitmen untuk membuka akses pasar bagi Amerika Serikat. Hal ini dilakukan untuk mengatasi isu-isu hambatan non-tarif yang menghambat kerjasama antar kedua negara."Kita terus mendorong komitmen Indonesia ini melalui de-regulasi yang terus dijalankan oleh pemerintah. Salah satunya kita telah membentuk Satgas Debottlenecking yang secara khusus digunakan untuk menyelesaikan semua hambatan yang dialami oleh dunia usaha di indonesia," kata Airlangga, melaporkan.
Tunggu diteken Prabowo dan Trump
Airlangga menegaskan, pembahasan lanjutan bersama Ambassador USTR Jamieson Greer berlangsung smooth dan konstruktif. Ia juga mengatakan sudah memberikan deadline untuk meresmikan keputusan ini.Hasil pembahasan ini akan segera legal secara resmi saat kedua kepala negara menandatangani hasil perundingan tarif dagang ini.
"Sehingga akhir Januari bisa dilakukan penandatanganan dokumen oleh Presiden Prabowo dan Presiden Trump dengan demikian membuka akses pasar kedua negara," paparnya.










