Cair! Kemenkeu Salurkan Rp4 Miliar Untuk Kab/Kota yang Terdampak Banjir Sumatera
Reporter: Shintya
Astakom.com, Jakarta - Gerak Nasional Penanggulangan banjir Sumatera oleh Pemerintah pusat terus berlangsung
Disektor pemulihan keuangan guna menstimulus giat perekonomian Kabupatan/ Kota tetdampak, Kementerian Keuangan juga ikut bergerak.
Setelah sebelumnya, Kemenkeu bersma finansial institusi lainya juga membuat edaran penghapusan hutang bagi para kirban terfampak.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengkonfirmasi kementeriannya telah menyalurkan bantuan kepada korban terdampak bencana Sumatera.
Diketahui tercatat ada 52 kabupaten di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang menerima bantuan masing masing sebesar Rp4 Miliar dari (Kementerian Keuangan) Kemenkeu.
Anggaran dari APBN
Menurut Wamenkeu Suahasil, alokasi dana bantuan ini telah disalurkan dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)."Kemarin alokasi bantuan untuk pemerintah daerah telah disampaikan 52 kabupaten, Rp4 Miliar dan juga provinsi, 3 provinsi telah disalurkan. Dan ini sudah disalurkan dari APBN," kata Suahasil di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, dikutip pada Kamis (18/12/2025).
Kemenkeu transfer ke daerah tanpa syarat
Di samping itu, Ia juga mengatakan bahwa Kemenkeu akan membuat penyaluran dana, transfer ke daerah terdampak tanpa syarat salur."Karena kita pahami bahwa pemerintah daerahnya tentu sedang kesulitan, karena itu kita akan menyederhanakan dan praktis membuat syarat salurnya itu bisa jadi lebih otomatis," jelas Suahasil.
Presiden Prabowo bentuk satgas rehabilitasi dan rekonstruksi
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah mencanangkan untuk membentuk Satgas rehabilitasi dan rekonstruksi. Satgas ini nantinya akan bertugas membangun hunian sementara dan hunian tetap untuk masyarakat terdampak bencana alam.“kita sudah merencanakan segera akan kita bentuk apakah kita namakan badan atau satgas rehabilitasi dan rekonstruksi segera kita akan bangun hunian sementara dan hunian2 tetap,” ujar Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, dilansir dari Astakom, (15/12/2025).
Mulai dari 2000 rumah
Menurutnya, pembangunan itu akan dimulai dari 2000 rumah, tahap pembangunan ini akan dilakukan secepatnya dan rumah bisa saja permanen.“Bahkan saya dapat laporan dari menteri perumahan mungkin kita sudah mulai membangun 2000 rumah kemungkinan rumah ini bisa langsung saja jadi rumah tetap ya,” tambah Presiden Prabowo. (shnty/ aSP)










